logo

Pengadilan Tipikor Hukum Empat Tahun Dua Oknum Jaksa

Pengadilan Tipikor Hukum Empat Tahun Dua Oknum Jaksa

terdakwa Chuck Suryosumpeno
11 Juli 2019 11:42 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 2 bulan kurungan kepada mantan Kajati Maluku yang juga eks Plh Kajari Jakarta Pusat, Chuck Suryosumpeno, potong selama terdakwa berada di dalam tahanan.

"Pengadilan Tipikor Jakarta telah menjatuhkan vonis 4 tahun penjara terhadap terdakwa Chuck Suryosumpeno ditambah denda Rp 100 juta subsider 2 bulan kurungan," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Dr Mukri SH MH, Kamis (11/7/2019).

Chuck terbukti melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor  sebagaimana diubah dalam UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. Vonis hakim tersebut lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama 5 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

PN Tipikor Jakarta  juga menjatuhkan hukuman 4 tahun penjara dikurangi selama berada dalam tahanan dengan perintah tetap ditahan dan denda Rp 100 juta kepada Jaksa dan Kepala Unit Operasional Satgassus Penyelesaian Barang Rampasan dan Barang Sita Eksekusi, Ngalimun. Ngalimun terbukti melanggar pasal yang sama dengan Chuck. "Pada waktu bersamaan, Rabu (10/7/2019), Pengadilan Tipikor juga menjatuhkan putusan terhadap terdakwa Ngalimun, Jaksa selaku Kepala Unit Operasi Satgassus Penyelesaian Barang Rampasan dan Barang Sita Eksekusi dalam berkas terpisah," tutur Mukri.

Kasus yang mengirimkan kedua jaksa ini ke balik terali besi berawal saat Chuck masih menjadi menjadi Ketua Pelaksana Satgassus Penyelesaian Barang Rampasan dan Barang Sita Eksekusi Kejaksaan Agung. Chuck dan Ngalimun diduga menjual aset terpidana kasus korupsi BLBI Hendra Raharja tidak sesuai prosedur.

Tanah Hendra yang disita untuk pengembalian kerugian negara dijual tidak dengan mekanisme pelelangan. Perbuatan Chuck itu dinilai menimbulkan kerugian negara hingga Rp 32 miliar. "Mereka telah melakukan atau turut serta melakukan perbuatan dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yaitu Ardi Kusuma, Albertus Sugeng Mulyanto, dan Zainal Abidin," kata Mukri.

Kapuspenkum menambahkan proses hukum terhadap kedua oknum jaksa merupakan bukti komitmen dan semangat pemberantasan korupsi dari Korps Adhyaksa. Kejaksaan Agung tidak segan-segan melakukan tindakan meskipun pelakunya pejabat tinggi Kejaksaan. “Kami tunjukkan Kejaksaan mampu secara profesional dan obyektif dalam menangani setiap kasus yang ditangani,” ujarnya.

 

Editor : Dwi Putro Agus Asianto