logo

E-TLE, Sejarah Baru Dalam Pengawasan Dan Keselamatan Berlalu Lintas

E-TLE, Sejarah Baru Dalam Pengawasan Dan Keselamatan Berlalu Lintas

Ilustrasi
11 Juli 2019 08:21 WIB
Penulis : B Sadono Priyo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Tanggal 1 Juli 2019  Polri mulai melakukan penegakan  penerapan  Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Hukum atau  Penegakan Peraturan atau Lalu Lintas Secara Elektronik oleh Polda Metro Jaya.

Penerapan atau penggunaan sistem ETLE ini tidak lepas dari upaya Polri untuk menjawab kebutuhan peningkatan pelayanan dan penegakan peraturan kalau lintas sesuai perkembangan zaman. 

"Ya, teknologi terus berkembang seiring perkembangan zaman. Hal ini tak bisa terelakan, di samping itu perilaku manusianya juga terus berkembang termasuk perilakunya  melanggar peraturan tetap saja dikarenakan  pengawasan yang masih kurang tegas. Begitu pula perilaku melanggar peraturan lalu lintas saat ini sudah semakin berat kualitas serta kuantitasnya. Oleh karena itu perlunya terobosan mutakhir dibidang penegakan hukum berlalu lintas (E-TLE)," kata analis Kebijakan Transportasi dan Ketua  Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA), Azas Tigor Nainggolan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Ia menyayangkan, tingginya angka kecelakaan di jalan raya disebabkan karena masih menonjolnya jumlah pelanggaran lalu lintas.

"Setiap kali dilakukannya operasi Khusus penegakan atau Tertib Lalu Lintas oleh pihak Kepolisian selalu saja menindak puluhan ribu pelanggar," katanya.

Menurutnya, Jauh lebih kecilnya angka penegakan hukum dikarenakan kepolisian masih menggunakan cara manual dalam penegakan di lapangan ketika itu.

"Perkembangan jumlah pengguna kendaraan bermotor begitu masif termasuk jumlah pelanggaran lalu lintasnya, cara-cara lama dinilai tak efektif dengan perkembangan zaman. Untuk menekan pertumbuhan angka pelanggaran tersebut harus ada terobosan atau inovasi dalam cara pengawasan dan penegakan peraturan lalu lintas di lapangan atau di jalan raya," jelasnya. 

Keputusan atau pilihan menggunakan teknologi elektronik dalam penegakan peraturan lalu lintas atau ETLE menjadi sejarah baru dalam upaya kepolisian Indonesia dalam mengembangkan inovasi penegakan hukum lalu lintas. 

"Peluncuran inovasi sistem penegakan  hukum atau peraturan lalu lintas secara elektronik atau yang biasa disebut sebagai Electronic Traffic  Law Enforcement atau ETLE merupakan sejara baru pengawasan dan keselamatan berlalu lintas," ucapnya.

Azas mengungkapkan, penggunaan alat ETLE ini, pihak kepolisian tidak lagi memerlukan jumlah personil yang banyak untuk ditempatkan di jalan-jalan raya dalam melakukan pengawasan serta penegakan aturan lalu lintas.   

"Keberadaan anggota lantas di jalan terpangkas, itu sudah otomatis. Selain itu secara teknis penggunaan pengembangan teknologi membuat kinerja kepolisian lebih efektif, akuntabel, profesional dan modern dalam melayani masyarakat," terangnya. 

Ia menambahkan, perubahan pendekatan penegakan secara elektronik akan membantu  pengawasan, penegakan dan pembangunan perilaku tertib dalam berlalu lintas.

"Perubahan perilaku yang dibangun akan mengurangi pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Berkurangnya angka pelanggaran maka akan mengurangi angka kecelakaan dan jatuhnya korban jiwa," tegasnya. 

Sekali lagi ia memberikan selamat dan apresiasi yang tinggi kepada Ditlantas Polda Metro Jaya karena telah menghadirkan E-TLE sebagai bagian dalam penegakan hukum berlalu lintas di negeri ini.

"Selamat kepada jajaran Kepolisian RI yang telah menorehkan sejarah baru membangin sistem ETLE dalam layanan pengawasan lalu lintas berkeselamatan secara elektronik. Semoga hari mendatang, Kepolisia RI terus mengembangkan pelayanan publiknya secara berkesinambungan," katanya mengakhiri.