logo

Jokowi: Penyebaran Berita Bohong Dan Ujaran Kebencian Ancam Kerukunan Bangsa

Jokowi: Penyebaran Berita Bohong Dan Ujaran Kebencian Ancam Kerukunan Bangsa

Foto kolase: Istimewa.
11 Juli 2019 01:23 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian menjadi ancaman untuk kerukunan, ancaman bagi persatuan, ancaman bagi kesatuan bangsa Indonesia. Ia juga menegaskan bahwa terorisme dan radikalisme masih berpotensi menjadi tantangan yang serius. 

"Perkembangan teknologi informasi juga mendukung kejahatan di ruang-ruang siber," kata Presiden Jokowi saat menjadi inspektur upacara (irup) peringatan HUT ke-73 Bhayangkara Tahun 2019 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Rabu (10/7/2019) dalam tayangan KompasTv di Youtube.

Jokowi pun meminta Polri terus mengantisipasi tantangan ke depan yang semakin kompleks. "Semua harus ditangani Polri secara profesional, akuntabel dan sinergi dengan lembaga lain," kata Jokowi. 

Selain itu, menurut Jokowi, kejahatan lintas negara seperti perdagangan narkotika human trafficking membutuhkan penanganan profesional. Demikian halnya, tindak pidana korupsi, illegal fishing, dan illegal logging, semua harus diberantas untuk melindungi kepentingan masyarakat dan negara.

Jokowi juga menyebut, kejahatan konvensional yang terus meresahkan masyarakat harus terus dijadikan perhatian. Kejahatan lintas negara seperti kejahatan terorisme, perdagangan narkotika, perdagangan orang dan kejahatan siber, harus terus dicegah agar jangan sampai terjadi di Indonesia.

 "Kejahatan yang menggangu ketertiban sosial seperti konflik sosial kerusuhan massa dan unjuk rasa anarkis harus terus diantisipasi," kata Presiden Jokowi di hadapan ribuan personel Polri yang memadati silang Monas. 

Secara khusus Presiden Jokowi menghargai tingkat kepercaayan publik kepada Polri yang semakin meningkat. Namun,  hal itu tidak cukup karena tantangan yang dihadapi Polri ke depan semakin kompleks hingga m.

Oleh karena itu, Presiden menghimbau agar profesionalitas dan prestasi Polri terus ditingkatkan. Apalagi, kata Jokowi, tantangan-tantangan tersebut membutuhkan kecerdasan dan kecepatan bertindak dari Polri.

Lima Instruksi Presiden

Selaku inspektur upacara HUT Ke-73 Bhayangkara di Monas, Presiden Jokowi awalnya mengucapkan terima kasih kepada Polri yang telah bekerja menjaga keamanan dan ketertiban nasional. 

Polri dan TNI, kata Jokowi, telah mengamankan seluruh perhelatan internasional yang diselenggarakan pemerintah, yaitu Asian Games 2018, Asian Para Games 2018, serta IMF-World Bank Annual Meeting 2018. 

Polri dan TNI juga telah mengamankan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019, sehingga terselenggara dengan aman, damai, dan demokratis. Seluruh agenda kemasyarakatan juga dapat terselenggara dengan aman, mulai dari perayaan Natal 2018, Tahun Baru 2019, sampai dengan Ramadhan dan Idul Fitri 2019. 

Kendati demikian, Presiden melihat Polri masih memiliki banyak tantangan di masa depan. Oleh sebab itu, di hadapan ribuan anggota Polri, Jokowi menyampaikan sejumlah instruksi sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas Polri.

Pertama, Presiden berpesan agar Polri terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Polri guna menghadapi berbagai tantangan tugas yang semakin kompleks. 

Kedua, Presiden meminta Polri terus mengedepankan strategi proaktif dan preventif dengan pendekatan dan tindakan humanis. 

Ketiga, Presiden meminta Polri terus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang modern, mudah dan cepat.

Keempat, Presiden Jokowi juga meminta Polri terus meningkatkan profesionalisme dan transparansi dalam penegakan hukum, serta memberikan rasa adil kepada masyarakat. 

Kelima, "Terakhir, perkuat koordinasi dengan TNI, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta masyarakat, dalam memelihara keamanan dan ketertiban sosial," kata Jokowi. 

Turut hadir dalam acara peringatan HUT Ke-73 Bhayangkara, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, serta Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Sejumlah tamu undangan yang 

Tampak hadir pula tamu undangan, antara lain Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno; istri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sinta Nuriah Wahid; Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin; Ketua KPU Arief Budiman; Wakil Ketua KPK Laode M Syarif. 

Kemudian, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, mantan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Yusril Ihza Mahendra, dan Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto. 

Siap Jaga Kamtibmas

Kapolri Tito Karnavian saat memberikan sambutan di upacara peringatan HUT ke-73 Bhayangkara, di Monas, Jakarta, Rabu (10/9/2019) berterima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah meningkatkan tunjangan kinerja anggota Polri-TNI sebesar 70 persen dalam setahun belakangan. 

Menurut Tito, hal itu sangat bermanfaat untuk kesejahteraan anggota Polri dan TNI. "Kami mengucapkan terima kasih atas peningkatan tunjangan kinerja bagi personel Polri, bersama dengan TNI, sebesar 70 persen yang telah terlaksana selama 1 tahun, mulai tanggal 1 Juli 2018. Peningkatan tersebut amat berarti bagi kesejahteraan personel Polri dan TNI," katanya.

Lebih jauh Tito pun berharap ada peningkatan tunjangan kinerja menjadi 100 persen bagi anggota Polri dan TNI dalam lima tahun ke depan.

"Dengan demikian tersimpan harapan kepada Bapak Presiden, kiranya tunjangan kinerja anggota TNI dan Polri di masa kepemimpinan lima tahun ke depan, Insya Allah dapat meningkat menjadi 100 persen dan siap menjaga stabilitas kamtibmas agar pendapatan negara meningkat," ujar Tito Karnavian di hadapan PresidenvJokowi dan tamu undangan lainnya.

Kapolri Tito juga mengharapkan dukungan berbagai pihak agar Polri dapat semakin profesional, modern, dan terpercaya, dalam menjalankan tugasnya. Polri dan TNi, menurut dia, berkomitmen untuk menjaga situasi keamanan dalam rangkaian pengamanan Pemilu 2019. 

"Kami selaku Kapolri dan tentunya Bapak Panglima TNI, memiliki visi yang sama untuk terus menjaga stabilitas kamtibmas, menuntaskan tahapan Pemilu 2019, hingga momentum pelantikan pada Oktober 2019 mendatang," tutur Tito Karnavian.

Junjung Nilai HAM

Puncak acara peringatan HUT Ke-73 Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang jatuh setiap 1 Juli ditandai dengan gelar upacara di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Rabu (10/7/2019). Presiden Joko Widodo bertindak sebagai inspektur upacara. 

"Untuk seluruh Indonesia juga dilaksanakan di lapangan, semua ada sinergi, di situ ada TNI kemudian ada komponen masyarakat juga dilibatkan dalam rangka HUT ke-73 Bhayangkara ini," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

Sekitar 4.000 personel dilibatkan dalam upacara yang diplot berlangsung sekitar dua jam. "Kalau yang di upacara ini dilibatkan hampir 4.000 personel, tujuh resimen dari TNI, Polri, kemudian dari komponen masyarakat, ikut semuanya," ujar Dedi pula.

Selain marching band personel gabungan, juga ditampilkan pertunjukan kemampuan personel Polri, termasuk terjun payung. Pada akhir acara dilakukan pemberian penghargaan kepada berbagai unsur yang turut menjaga keamanan NKRI. 

Menurut Dedi, ke depan Polri berharap mampu menjawab ekspetasi masyarakat, semakin profesional, modern, terpercaya, dan selalu melindungi, melayani masyarakat, dan menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia (HAM). ***

?

Editor : Pudja Rukmana