logo

PT PLN UIWA MMU Pastikan Pembangunan Jaringan Listrik SBT Rampung 2019

PT PLN UIWA MMU Pastikan Pembangunan Jaringan Listrik  SBT Rampung 2019

10 Juli 2019 19:15 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - AMBON:PT PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) memastikan pembangunan jaringan listrik di kecamatan Kesui dan Wakate kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku rampung pada tahun 2019.

"Pembangunan jaringan listrik di dua desa yakni Desa Keldor dan Desa Karlomin saat ini dalam proses pengerjaan dan mencapai 50 persen, ditargetkan akan rampung Oktober 2019," kata Manager Komunikasi PLN IUW MMU, Ramli Malawat, di Ambon, Rabu (10/7/2019) seperti diwartakan Antara.

Menurut dia, pembangunan jaringan kelistrikan dikontrakkan kepada PT Tabea Sinar Abadi yang pekerjaannya dimulai 31 Desember 2018 hingga Oktober 2019.

"Pembangunan kelistrikan di dua kecamatan saat ini telah mencapai 50 persen, diharapkan hingga Oktober 2019 pekerjaan tersebut dapat diselesaikan," katanya.

Ramli menjelaskan, proses pekerjaan kelistrikan terkendala proses bongkar muat material seperti tiang listrik dan kabel karena tidak ada akses ke dermaga maupun jembatan.

Bongkar muat material ke titik lokasi pekerjaan terkendala akses dermaga, sehingga pembongkaran material dilakukan di pinggiran pantai, mengingat material tersebut akan diangkut ke beberapa titik.

Untuk lokasi di pulau panjang Desa Keldor, materialnya diletakkan di pinggir pantai dan dikarenakan cuaca ekstrem, sehingga material berhamburan karena dihempas ombak di tepi pantai.

Penanggung jawab proyek yakni Unit Pembangunan Proyek Kelistrikan (UP2K) telah memanggil pihak kontraktor yakni PT Tabea sinar abadi untuk mengatur material yang diletakkan di tepi pantai Pulau panjang, serta kelanjutan pembangunan proyek.

"Pihak kontraktor telah menjamin sampai dengan 15 juli 2019 seluruh material tidak lagi diletakkan di tepi pantai, tetapi ke titik pekerjaan pembangunan jaringan tersebut," ujarnya.

Ditambahkannya, pihaknya berharap pemerintah daerah dapat membangun dermaga dan jembatan guna akses bongkar muat barang dari kapal, sehingga seluruh pekerjaan dapat diselesaikan.

Pulau Kesui dan Watubela merupakan pulau yang masuk dalam kawasan 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) sehingga menjadi fokus pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan baik kelistrikan, transportasi maupun bidang lainnya. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto