logo

Tito Karnavian Dan Kepercayaan Publik

Tito Karnavian Dan Kepercayaan Publik

07 Juli 2019 19:08 WIB

SuaraKarya.id - Oleh: Dr Edi Saputra Hasibuan*

MUNCULNYA  nama Kapolri Jenderal Pol Prof Tito Karnavian dalam  bursa  Capres 2024 versi Lembaga Survai Indonesia (LSI) Deni JA banyak diapresiasi  publik.  Kita akui,  sejak Tito menjabat Kapolri, kinerjanya banyak direspon positif  berbagai pihak. Tito bahkan mampu meningkatkan  kepercayaan masyarakat  terhadap Polri sejak dipercaya memimpin Polri.

Pada 1 Juli 2019 lalu misalnya, Harian Kompas mengumumkan   hasil penelitiannya terhadap tingkat kepuasan masyarakat terhadap Polri  menangani berbagai kasus kejahatan. Hasil penelitian surat kabar terbesar ini menyebutkan  secara umum  masyarakat sangat puas terhadap kinerja Polri. Angkanya,   sebanyak 73,6 persen masyrakat puas atas kinerja polisi menangani kasus terorisme, 70,5 persen publik puas menangani kasus kejahatan kriminal dan  64,6 persen publik menangani masalah SARA.   

Dalam survai yang sama, media  ini  menilai Reformasi Polri sudah mulai dirasakan masyarakat.

Lembaga survai lain yang juga pernah mengumumkan hasil penelitiannya pada bulan Desember 2018 adalah Lemkapi (Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia). Lembaga ini menyampaikan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri pada Desember 2018  sebesar 82 persen. Bila dibandingkan dengan hasil survai lainnya seperti  Alvara Researh dan Litbang Kompas di  tahun  yang sama, hasilnya juga tidak jauh berbeda yakni  disekitar  angka  82 persen.

Sungguh hasil dan capaian yang sangat tinggi sejak Polri berdiri . Bila dibanding dengan hasil survai Lemkapi tahun 2016 tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri berada pada angka  68 persen dan  survai yang sama dilakukan  tahun 2017 dengan tingkat kepercayaan masyrakat sebesar 78 persen.Artinya, sejak tiga tahun terakhir tingkat kepercayaan masyrakat terhadap Polri semakin membaik.    

Melihat capaian Polri dibawah kepemimpinan  Tito Karnavian publik  banyak  memberikan apresiasi. Jauh sebelum LSI  mengumumkan hasil survainya, banyak tokoh nasional seperti Mahfud MD juga sudah lebih dahulu memberikan penilaian bahwa mantan Kapolda Metro Jaya ini sangat layak namanya masuk dlm bursa capres 2024.     

Sebagai pemerhati di kepolisian   tentu  saya turut bangga nama Tito Karnavian masuk bursa capres 2024. Apalagi selama ini Tito yang saya kenal sangat dekat dengan  tokoh agama dan dia juga dekat dengan dunia kampus.  Dalam catatan saya, Tito yang bergelar profesor ini sering diundang menjadi nara sumber di berbagai kampus baik itu kampus dalam negeri maupun kampus di  luar negeri.   

Disisi lain, kemunculan nama kapolri dalam bursa capres 2024 dinilai bisa membahayakan institusi Polri. Apalagi saat ini Tito masih aktif dan masih menjabat dan dampaknya bisa menggangu profesionalisme bhayangkara ini.            Sesuai pasal 28 uu no.2 thn 2002 ttg Polri disebutkan anggota Polri harus netral dlm kehidupan berpolitik   dan tidak terlibat dlm politik praktis.    

Aturan ini juga saya lihat sangat dipahami Tito Karnavian. Maka dlm  berbagai kesempatan, Tito sudah berulangkali menjelaskan  bahwa dirinya belum berminat sama sekali masuk ke dalam dunia politik dan kini akan  tetap fokus pada tugasnya sebagai Kapolri.  Menurut Tito, dirinya menghargai dan menyampaikan terima kasih kepada pihak lain yang telah  menyampaikan hasil survainya.  Survai ini menyebutkan satu dari 15  nama dalam bursa capres 2024 versi LSI terdapat nama Tito Karnavian.  

Melihat kemunculan nama Kapolri masuk dalam bursa capres 2024,  pandangan kami sebagai berikut. Pertama, kita bangga publik kini semakin mengapresiasi kinerja Polri. Selama ini Panglima TNI sering diapresiasi publik dan  digadang gadang sebagai  Capres, kini nama kapolri banyak  diapresiasi masyrakat. Kedua,  kita apresiasi kepercayaan yang diberikan masyrakat dan kita minta kapolri  tidak terpengaruh  dan tetap fokus melayani masyrakat. Polri sesuai harapan masyrakat terus meningkatkan  profesionalime dlm melayani dan melindungi masyrakat. Kemudian, untuk menjaga netralitas dan profesionalisme,   Polri kami ajak meghindari  politik praktis.                            Ketiga,  Polri kita minta tetap  waspada karena kemunculan nama Kapolri dlm bursa capres  ini bisa ^digoreng^ pihak lainnya untuk menyerang Polri  dan pada akhirnya  bisa  menurunkan tingkat  kepercayaan masyrakat terhadap Polri  bila tidak ditangani dengan baik.   

Kita beruntung,  sejauh ini Kapolri  tidak  terpengaruh dengan hasil lembaga survai tersebut dan berkomitmen akan tetap fokus menjalankan tugasnya sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia. 

*Edi Saputra Hasibuan,  Anggota Kompolnas priode 2012 -2016, Direktur Eksekutif Lemkapi dan pakar hukum dan kepolisian Universitas Bhayangkara jakarta.