logo

Periksa Kebuntingan Sapi Kini Bisa Lewat Testpack

Periksa Kebuntingan Sapi Kini Bisa Lewat Testpack

29 Juni 2019 10:12 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Jika selama ini, tes kehamilan pada sapi/kerbau hanya dilakukan melalui perogohan atau palpasi, kini dapat menggunakan testpack.

Teknologi tersebut karya tim peneliti Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetika Pertanian (BB Biogen).

"Pengecekan fisik secara langsung (perogohan atau palpasi rectal) dapat menyebabkan risiko bagi sapi maupun janin karena terkadang membuat keguguran akibat perogohan tersebut. Adanya deteksi dini ini bisa dilakukan oleh peternak secara umum," ujar Kepala BB Biogen, Dr. Tri Puji Priyatno.

Tespack ini bisa mendiagnosis kebuntingan dengan cepat dan akurat 70-80 persen dan dapat dilakukan pada umur kebuntingan kurang dari satu bulan.

Pemeriksaan kebuntingan sapi dengan teknik palpasi rektal biasanya dilakukan pada 60 hari setelah IB, karena siklus berahi yang dipergunakan sebagai dasar diagnosa hasil IB adalah berkisar antara 28-35 hari. 

"Kalau deteksi kebuntingan secara konvensional kurang efektif karena membutuhkan umur kebuntingan lebih dari 60 hari, sedangkan dengan Kit ini bisa 15 hari sudah ketahuan hasilnya," kata Tri.

Deteksi kebuntingan dini pada sapi induk dapat meningkatkan efisiensi sehingga sapi induk yang diketahui belum bunting dapat segera dikawinkan kembali.

"Ini bisa memperpendek masa kosong atau kering, dan sapi induk yang telah secara dini diketahui bunting, dapat segera dipelihara dengan lebih baik," ujarnya.

Kit ini merupakan diagnosis kebuntingan berbasis protein spesifik dengan kepekatan perubahan warna (gradient density) yang akan terjadi ikatan antara antigen dalam serum darah sapi bunting umur 1-3 bulan dengan antibodi poliklonal.

Testpack ini mempunyai keunggulan antara lain, bisa memberi informasi keberhasilan perkawinan lebih awal, pengaplikasian yang mudah dan akurat, serta tidak menimbulkan trauma pada ternak.

Keunggulan lainnya yakni diagnosis kebuntingan dapat dilakukan lebih awal yaitu mulai dari umur 15 hari dan hanya membutuhkan waktu 60 menit dalam pelaksanaannya.

"Dengan menggunakan Kit ini, peternak juga dapat meningkatkan efisiensi reproduksi dan menekan biaya produksi," katanya.

SIWAB

Kit Kebuntingan ini juga berguna dalam program SIWAB karena mampu mendeteksi tingkat kebuntingan kurang dari satu bulan, sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi program IB, serta membantu manajemen ternak secara ekonomis.

Tri mengungkapkan, kit kebuntingan ini mudah digunakan oleh para inseminator atau petugas peternakan di lapang.

“Secara visual reaksinya akan memunculkan warna ungu atau kegelapan di membran Kit. Ini dipastikan sapi yang diujicoba tengah bunting,” ucapnya.

Dalam kit, menurut pria yang menyelesaikan program pendidikan S2 di Universiti Putra Malaysia, sudah tersedia test kit dan empat jenis pereaksi yang praktis untuk digunakan.

Penggunaan Kit deteksi dini kebuntingan sapi, prosesnya sama seperti penggunaan tespek untuk kehamilan manusia.

Urine sapi cukup ditempatkan pada gelas atau tempat, kemudian cukup mencelupkan Kit dalam gelas. Maka dalam hitungan menit, apabila sapi bunting, akan muncul warna ungu atau kegelapan pada membran Kit.  

“Untuk pendeteksiannya, para petugas di lapang cukup menggunakan 0,5 ml urin sapi yang telah diiseminasi lebih dari satu minggu. Hasil deteksi dapat terlihat dalam waktu 30-45 menit setelah reaksi dengan tingkat akuasi mencapai 90 persen,” katanya.

Ia yakin dengan tool kit deteksi dini kebuntingan sapi ini, bisa menjadi salah satu teknologi untuk mendukung program percepatan populasi sapi nasional, melalui optimalisasi reproduksi sapi betina produktif. Sehingga target swasembada daging sapi tahun 2026 dapat segera terealisasi. 

“Kita bisa produksi kit generasi I dalam jumlah 5 juta kit. Ini diperoleh dari antibodi yang sudah diproduksi sebanyak 150 ML pekat yang bisa diencerkan dalam 1000  kali. Dalam 1 kit hanya butuh 3 mikrolit. Tapi kita tidak berhenti di sini, kami terus kembangkan generasi kedua Kit deteksi dini kebuntingan sapi ini, dengan waktu reaksi deteksi yang lebih cepat,” ujar Tri.

Ke depan, Tri bersama tim peneliti tengah mempersiapkan kit generasi dua yang bisa mendeteksi kebuntingan sapi dalam waktu 10-15 menit. Pada tahap penelitian lanjutan, ia menyebutkan menggunakan nano teknologi. ***