logo

Tingkatkan Kesejahteraan Pendamping Desa, Kemendes PDTT Gandeng BNI Life

Tingkatkan Kesejahteraan Pendamping Desa, Kemendes PDTT Gandeng BNI Life

Mebdes PDTT Eko Putro Sandjojo (kiri) dan Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Adi Sulistyowati (kanan). (foto, ones)
27 Juni 2019 16:41 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Guna meningkatkan kesejahteraan pendamping desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PT BNI Life Insurance.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mebdes PDTT) Eko Putro Sandjojo, usai menyaksikan penandatanganan perjanjian ker sama tersebut, di Jakarta, Rabu (26/6/2019) mengemukakan, keberhasilan dana desa tidak terlepas dari peran pendamping desa. Karenanya, untuk memberikan perlindungan tambahan pada pendamping desa, pihaknya memberikan tambahan optional benefit dengan memberikan/menawarkan.

Bagi seluruh pendamping desa mengikuti program yaitu BNI Life Insurance. Diungkapkannya, kendati sudah nemperoleh BPJS, tapi dengan BNI life insurance ini, dengan premi Rp50 ribu per tahun, bisa cover dana kematian hingga Rp25 juta.

Sedangkan, kalau sakit bisa dicover sampai 90 hari tambahan. "Sehingga, pendamping desa bisa bekerja lebih keras lagi, desa-desa bisa lebih maju lagi, dan kesenjangan bisa terus kita turunkan," ujarnya.

Kemendes PDTT dan BNI, juga menawarkan perumahan kredit bersubsidi untuk para pendamping desa. "Banyak model dan kerja sama dengan BNI yang membantu percepatan ekonomi di desa-desa. Nanti dikembangkan juga untuk perangkat desa, dan masyarakat desa supaya dapat asuransi," tuturnya.

Di bagian lain, Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Adi Sulistyowati mengatakan, BNI memberikan benefit kepada para pendamping desa. "Para pendamping desa sudah ada asuransinya nanti kita cover untuk benefit yang lainnya," ujarnya.

Dikatakannya, yang tidak ada di BPJS akan dipenuhi dari BNI. Sehingga, dapat meningkatkan produktivitas para pendamping dan juga mengcover resiko-resiko yang terjadi di lapangan selama dia bekerja. ***