logo

Pembangunan Desa, Tunisia Terinspirasi Indonesia

Pembangunan Desa,  Tunisia Terinspirasi Indonesia

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo (kanan) bertemu dengan dengan Duta Besar Tunisia Riadh Dridi (kiri). (foto, ist)
21 Juni 2019 22:53 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: "Kami sangat terinspirasi dengan pembangunan desa di Indonesia. Kami ingin belajar dari Indonesia," ujar Duta Besar Tunisia untuk Indonesia Riadh Dridi, saat berkunjung ke Kantor Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) di Jakarta, Jumat (21/6/2019).

Dia mengatakan, Tunisia akan mengirimkan utusannya ke Indonesia, untuk mempelajari strategi pembangunan desa Indonesia. Karenya, dia berharap Indonesia memberikan dukungan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman bersama Tunisia.

"Dulu sistem pemerintahan di Tunisia bersifat top down, dana terpusat di pusat. Sekarang ada dana yang khusus didistribusikan untuk daerah," ungkapnya.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo saat menerima kunjungan tersrbut menjelaskan, dalam rangka membangun Indonesia dari pinggiran, pemerintah Indonesia memberikan dana langsung ke desa yakni dana desa.

Dana desa diberikan sejak tahun 2015 sebesar Rp20,67 triliun, tahun 2016 sebesar Rp46,98 triliun, tahun 2017 sebesar Rp60 triliun, tahun 2018 sebesar Rp60 triliun, dan tahun 2019 sebesar Rp70 triliun.

"Hasilnya sangat mengejutkan, dalam waktu empat tahun terakhir, dana desa mampu membangun sepanjang 191.600 Kilometer jalan desa, sepanjang 1.140.378 Meter jembatan, 8.983 unit pasar desa, 37.830 unit Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan ribuan infrastruktur lainnya," tuturnya.

Mendes menceritakan membagi infrastruktur yang terbangun menjadi dua kategori. Yakni infrastruktur untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat dan infrastruktur untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Kemendes PDTT juga memiliki program Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades), bertujuan untuk membentuk klaster-klaster ekonomi di kawasan perdesaan dengan fokus pada satu produk tertentu.

"Desa-desa miskin rata-rata menanam padi sedikit, menanam cabai sedikit, tidak ada skala ekonominya. Dengan Prukades kita buat satu kawasan perdesaan fokus pada satu produk tertentu dengan skala besar, sehingga skala ekonominya terpenuhi," terang Mendes.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto