logo

Jateng Perlu Prioritaskan Pembangunan Industri Manufaktur Pendukung Ekspor

Jateng Perlu Prioritaskan Pembangunan Industri Manufaktur Pendukung Ekspor

Acara High Level Meeting digelar Bank Indonesia Jawa Tengah di Alila Hotel, Kota Solo, Jawa Tengah
17 Juni 2019 22:45 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Pengembangan industri manufaktur perlu diprioritaskan pada industri yang berkontribusi besar terhadap ekspor Jawa Tengah. Hal tersebut perlu dilakukan untuk meningkatkan ekspor di Jawa Tengah.

Industri yang berkontribusi besar terhadap ekspor di Jawa Tengah diantaranya komoditas TPT (tekstil dan produk tekstil), kayu dan mebel, serta makanan minuman. Pada sektor TPT dan makanan minuman, meskipun mencatatkan kontribusi ekspor yang tinggi namun juga memliki kandungan impor yang cukup besar.

"Dengan demikian, pengembangan industri hulu di dua sektor tersebut untuk mengurangi ketergantungan impor bahan baku menjadi sangat penting seperti pembangunan/perluasan industri benang dan kain pada sektor TPT," jelas Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Soekowardoyo pada acara High Level Meeting di Hotel Alila Solo, Senin (17/6/2019).

Selain itu juga pembangunan/perluasan pabrik perisa makanan, susu skim dan gula, serta rewtalisasi perkebunan tebu, kopi, dan cengkeh pada sektor makanan minuman.

Soekowardoyo juga menyebut, sejak tahun 2013 neraca perdagangan Jawa Tengah tercatat selalu defisit. Pada tahun 2018, defisit neraca perdagangan Jateng tercatat sebesar USD 8,19 miliar, atau meningkat 75,57% (yoy). Hal tersebut disebabkan oleh pertumbuhan ekspor yang relatif terbatas di tengah signifikannya pertumbuhan impor.

Sementara itu pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah mengalami tren di atas pertumbuhan nasional. Pada triwulan I 2019, Jawa Tengah tumbuh 5,14% (yoy), lebih tinggi dibanding pertumbuhan nasional sebesar 5,07% (yoy).

"Tapi dibandingkan pertumbuhan ekonomi provinsi lain di Pulau Jawa, tergolong rendah," jelasnya lagi.

Laju pertumbuhan ekonomi triwulan I 2019 melambat dibandingkan triwulan sebelumnya terutama bersumber dari ekspor luar negeri seiring dengan pelemahan permintaan global.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pada kesempatan yang sama mengatakan Bank Indonesia hendaknya bisa menangkap potensi daerah. Sehingga bisa mengejar pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. ***

Editor : Gungde Ariwangsa SH