logo

Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin Kembali Diperiksa Penyidik KPK

Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin Kembali Diperiksa Penyidik KPK

Menag Lukman Hakim Saifudin
22 Mei 2019 21:32 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin enggan  berkomentar banyak usai diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di gedung KPK Jakarta, Rabu (22/5/2019). Lukman hanya menyatakan permintaan maaf usai diperiksa oleh penyelidik selama hampir tiga jam. 

"Maaf, saya puasa, saya sudah ditunggu," ujar Lukman di gedung KPK, Rabu (22/5/2019). Awak media yang  terus mencecar menteri dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu tidak membuatnya berubah. Dia tetap enggan memberikan jawaban dan kembali menyampaikan permohonan maaf.  "Maaf, mohon maaf," katanya. 

Untuk apa Menag Lukman dipanggil penyidik lembaga antirasuah? Menurut  juru bicara KPK, Febri Diansyah, Lukman dipanggil untuk dimintai keterangan mengenai penyelenggaraan ibadah haji.  "Yang bersangkutan dimintakan keterangan terkait penyelenggaraan haji," kata Febri. 

Namun, dia tidak menjelaskan lebih lanjut apa peranan yang ditelusuri oleh penyelidik dari Lukman terkait penyelenggaraan ibadah haji tersebut. Berdasarkan informasi, penyelenggaraan ibadah haji itu terjadi pada tahun 2018 lalu. 

Jubir KPK Febri Diansyah sebelumnya mengatakan penyelenggaraan ibadah haji memang menjadi fokus dari lembaga antirasuah. Sebab, di era kepemimpinan sebelumnya, sempat ditemukan adanya penyimpangan. Namun, karena ini masih di tahap penyelidikan, Febri belum bisa berbicara banyak.  "KPK cukup concern dengan penyelenggaraan haji ini. Selain pernah melakukan penanganan perkara pada Menteri Agama sebelumnya, KPK juga sudah berikan rekomendasi agar penyelenggaraan haji dilakukan tanpa adanya penyimpangan. Jangan sampai pelayanan terhadap masyarakat dalam menjalankan ibadahnya malah disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu," kata Febri. 

Lukman tercatat pernah dipanggil KPK sebagai saksi pada Rabu (8/5/2019), dan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap terkait seleksi jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur. Dia diperiksa untuk tersangka mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy. Saat itu, KPK menelusuri sejumlah hal. Pertama, soal posisi dan kewenangan Lukman sebagai Menteri Agama dalam proses seleksi jabatan pimpinan tinggi.Penyidik perlu memahami apakah Lukman selaku Menteri Agama ikut menentukan siapa saja yang menempati jabatan tertentu di jajaran kementerian.

KPK terus  menelusuri ada atau tidaknya pertemuan Lukman dengan Romahurmuziy, yang spesifik membahas seleksi dua jabatan yang diikuti Haris Hasanuddin dan Muafaq Wirahadi. Keduanya juga menjadi tersangka dalam kasus ini. Dalam proses seleksi, Haris melamar posisi Kakanwil Kemenag Jawa Timur. Sementara, Muafaq melamar posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. KPK juga mengklarifikasi temuan sejumlah uang dalam mata uang rupiah dan mata uang valuta asing di laci meja kerja Lukman beberapa waktu yang lalu. Selain itu, KPK juga mengklarifikasi uang Rp 10 juta yang diberikan Haris. Lukman diketahui mengembalikan uang itu ke KPK satu pekan setelah operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Romahurmuziy, Haris dan Muafaq.
 

Editor : Dwi Putro Agus Asianto