logo

Kemensos Akan Bantu Permodalan Penyadang Disabilitas Lulusan BBRVBD

Kemensos Akan Bantu Permodalan Penyadang Disabilitas Lulusan BBRVBD

Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita (tengah), didampingi Dirjen Rehsos Edi Suharto (kanan). (foto, ones)
16 Mei 2019 23:52 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - BOGOR: Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan pernodalan, untuk para disabilitas lulusan Balai Besar Rehabilitasi Vokasional Bina Daksa (BBRVBD) Cibinong, Bogor, yang ingin mandiri atau berusaha berwirausaha.

Demikian dikemukakan Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita, di sela kunjungan kerjanya, di balai besar tersebut, Rabu (15/5/2019).

Di satu sisi, ujarnya, Kemensos tetap mendorong penyandang disabiltas terampil, lulusan balai besar itu agar diserap dunia industri. Dia optimis para penyandang disabilitas itu, manpu bersaing dengan pekerja normal lainnya.

Diungkapkannya, balai besar yang merupakan lanjutan dari jenjang pendidikan luar biasa di pemerintah daerah (pemda) ini, cukup membanggakan. Pasalnya tahun ini, telah terserap 700 lulusan untuk kalangan industri, yang lainnya menjadi wirausaha.

Terkait dengan modal wirausaha, Mensos yang didampingi Sekjen Kemensos Hartono Laras, dan Dirjen Rehabilitasi Sosial Edi Suharto menjelaskan modal usaha bisa diberikan untuk kegiatan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) senilai Rp5 juta per unit usaha atau untuk Kelompok Usaha Bersama (Kube) sebanyak Rp20 juta per kelompok. Mensos menyatakan, untuk hal itu dananya tidak dari APBN. Dia menyatakan, akan diupayakan dana dari sumber lain.

Perlu diketahui, saat ini BBRVND, tengah mendidik 120 penyandang disabilitas. Mereka dididik dan dilatih keterampilan menjahit, komputer, desain grafis dan percetakan, elektro, pekerjaan logam, serta otomotif selama enam bulan. Selain melatih di balai, BBRVBD juga melakukan penjangkauan ke luar balai dan melatih 250 orang penyandang disabilitas.

Mensos merencanakan, memadatkan kurikulum pendidikan dan pelatihan. Agar masa pendidikan bisa dipercepat dari 9 bulan menjadi 6 bulan, untuk satu angkatan. Sehingga, para penyandang disabilitas yang mengikuti pelatihan bisa cepat bergantian

Editor : Dwi Putro Agus Asianto