logo

Desa Tarikolot Berhasii, Karena Kelola Data Sebagai Perencanaan Pembangunan Desa

Desa Tarikolot Berhasii,  Karena Kelola Data Sebagai Perencanaan Pembangunan Desa

Focus Group Discussion Sistem Pengelolaan Data dalam Pembangunan Desa, di Kantor Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, (foto, ist)
10 Mei 2019 20:33 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - BOGOR: Desa Tarikolot, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor menjadi salah satu desa percontohan yang berhasil dalam pengelolaan data desa sebagai dasar dalam perencanaan pembangunan desa. Sehingga, tepat sasaran sesuai potensi desa dan kebutuhan masyarakat.

Sekretaris Desa Tarikolot Rian Hidayat, saat acara Focus Group Discussion Sistem Pengelolaan Data dalam Pembangunan Desa, di Kantor Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/5/2019) menjelaskan, proses pengelolaan data yang dilakukan di desanya melibatkan masyarakat secara langsung.

Dia menjelaskan, dimulai dari perekrutan tenaga pencacah, melaksanakan pelatihan yang melibatkan pendamping, kemudian masyarakat melakukan pendataan secara langsung, dan kepala desa melakukan monitoring. Selanjutnya, terangnya, data di verifikasi untuk diinput dan diolah.

Sehingga, bisa mendapatkan data layanan sosial dasar. Seperti data jumlah anak putus sekolah, data sanitasi dan air bersih, cakupan imunisasi dan lain-lain. "Dengan pendataan seperti itu lebih mudah menentukan program pemberdayaan dan lebih tepat sasaran," ujarnya.

Diceritakannya, sebelum ada pengelolaan data di desanya, perencanaan dan penganggaran nyaris sama polanya setiap tahun cenderung didominasi pembangunan fisik (infrastruktur). Selain itu, kepala desa dan masyarakat tidak memiliki data dan informasi yang memadai, terkait layanan sosial dasar seperti pendidikan dan kesehatan.

"Dengan adanya pengelolaan data seperti ini yang by name by address memudahkan desa untuk penyaluran bantuan," ungkapnya.

Di bagian lain, Pejabat Kepala Desa Tarikolot Raden Ika Sudarmika mengatakan, setelah ada sistem pengelolaan data dalam pembangunan desa dari perencanaan awal, menjadikan dalam merancang APBDes bisa tepat sasaran dan program produktif.

Karena, pembangunan tidak hanya infrastruktur tapi pemberdayaan masyarakat dan ekonomi. "Dengan memiliki data mikro berbasis masyarakat yang by name by address memudahkan desa menyusun perencanaan dan penganggaran," jelasnya.

Selain itu, kedua, menciptakan kepercayaan warga ke pemerintah desa karena terjadi transparansi. Ketiga, mudah mengukur kinerja selama periode kepemimpinan kepala desa, serta keempat, dapat dengan cepat mengambil keputusan.

Dengan adanya pengelolaan data seperti ini, lanjutnya, pemerintahan desa jadi tahu permasalahan dan solusi yang harus di ambil. Misalnya saja, saat ini sudah jarang warga yang tidak memiliki MCK, atau anak putus sekolah berkurang.

Sementara itu, Prof D Haryono Suyono dari advisor Kemendes PDTT mengatakan, membangun tanpa data, roadmap, tidak akan tepat sasaran karena data berguna untuk melihat dampak.

"Saya anjurkan daerah lain gunakan perencaan dan evaluasi dengan data yang cermat. Karena sekali bohong, tidak menguntungkan rakyat banyak. Jadi, setiap Musdes kalau perlu tidak hanya disajikan satu data. Tapi, dua atau tiga data untuk saling mengecek," jelasnya.

Editor : Gungde Ariwangsa SH