logo

Curi 4 Motor Sehari, 3 Bandit Jalanan Tewas Ditembak

Curi 4 Motor Sehari, 3 Bandit Jalanan Tewas Ditembak

Foto: SK.id (Sadono)
30 April 2019 17:36 WIB
Penulis : B Sadono Priyo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Polisi tembak mati tiga pelaku pencurian sepeda motor (Curanmor) yakni HS (23), AC (25), dan MBID (17), di mana jenazahnya kini berada di RS Polri Kramat Jati.

"Tindakan penembakan sudah sesuai prosedur karena mereka melawan. Dan karena kehabisan darah, ketiganya meninggal," kata Kabid Humas PMJ Kombes Argo Yuwono di RS Polri, Jakarta, Selasa (30/4/2019). 

Tim petugas dari Unit IV Subdit 3 Resmob Dit Reskrimum PMJ menindaklanjuti kasusnya setelah terima laporan dari masyarakat.

 Argo menuturkan tiga tersangka yang mengaku sudah dua tahun menjadi pelaku spesialis pencurian sepeda motor itu dianggap membahayakan karena saat beraksi menenteng senjata api.

Meski belum diketahui apa mereka pernah menggunakan senjata api rakitan tersebut untuk melukai korban, ketiga tersangka selalu menenteng senjata api kala beraksi.

Penangkapan tersangka merupakan tindak lanjut dari tiga warga yang melapor ke Dirreskrimum Polda Metro Jaya dan seorang warga yang melapor ke Polsek Kembangan pada April 2019.

"Tersangka ini tidak pernah lepas membawa senpi, kemanapun dibawa. Mereka ini enggak segan melukai korban yang melawan, kalau hanya diancam korban kabur maka enggak digunakan," ujarnya.

Selama ini, Argo menyebut HS, AC, dan MBID kerap beraksi di sejumlah parkiran mal dan tempat lain yang cenderung tak diawasi petugas keamanan.

Penyidik Unit IV Subdit 3 Resmob Dit Reskrimum Polda Metro Jaya mengamankan MI (18), IS (23) yang berperan sebagai pengantar barang curian ke penadah.

Serta AK (37) dan L (33) yang merupakan penadah dan diamankan di wilayah Pandeglang, Banten tempat sepeda motor hasil curian dipasarkan sekitar Rp 2 juta per unit, dengan keuntungan Rp 300 ribu untuk penadah.

"Pelaku ini juga sudah melakukan survei sebelum beraksi, jadi tidak ujug-ujug langsung ambil. Jadi mereka mempelajari lokal dulu, peluangnya seberapa besar," tuturnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, MI dan IS diganjar pasal 363 KUHP tentang Pencurian disertai pemberatan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Sementara AK dan L yang berperan sebagai penadah dijerat pasal 480 KUHP tentang Penadahan dengan pidana penjara paling lama empat tahun penjara