logo

Serunya Naik Jeep Merapi Puaskan Peserta Famtrip Indochina

Serunya Naik Jeep Merapi Puaskan Peserta Famtrip Indochina

25 April 2019 06:15 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - YOGYAKARTA: Salah satu aktivitas wisata di lereng Gunung Merapi yang tengah hits dan masih tinggi peminatnya adalah wisata jeep Merapi. Inipula yang diikuti peserta famtrip Indochina tiga negara Myanmar, Kamboja dan Laos, Rabu (24/4). Kegiatan offroad yang memacu andrenalin ini tampak membuat peserta famtrip yang terdiri dari jurnalis dan travel agen itu puas. Dari sini mereka memiliki kesan mendalam.

Aktivitas jeep Merapi menyusuri jalan offroad yang berbatu, berlubang dan meliuk-liuk menuju kawasan bunker kaliadem sangat menegangkan namun mengasyikan. Bunker kaliadem ini tadinya dimaksudkan untuk tempat berlindung saat gunung merapi erupsi. Sayangnya saat Merapi erupsi di tahun 2010 bunker ini tidak berfungsi dengan baik dan dinyatakan sebagai proyek gagal setelah didapati dua orang korban awan panas di dalam bunker ini.

Selain ke bunker kaliadem Wisata jeep Merapi juga mengajak wisatawan ke musium mini Harta Kami yang Tersisa. Di sini pengunjung diajak menerawang ke peristiwa erupsi gunung merapi tahun 2010 yang menghanguskan kampungnya mbah Marijan, seorang yang disebut sebagai juru kunci gunung Merapi. Benda-benda yang luluh lanta terkena awan panas Merapi mengingatkan kita akan peristiwa menyedihkan itu.

Sebelum menuju ke bunker kaliadem dan musium mini Harta Kami yang Tersisa,  pengunjung diajak berputar putar lebih dulu dijalur offroad yang menguji andrenalin dengan menggunakan jeep. Sungguh seru dan mengasyikan. "wow...ini seru dan menegangkan. Pengalaman yang tak akan terlupakan. Saya harus bisa datang kembali  mengajak klien," ujar Vongmath peserta asal Laos dari travel agen. "Saya baru pertama melakukan ini dan sungguh mengasyikan," ujar Vongmath.

Sementara itu menurut Dwi Fitriati, staf KBRI Myanmar,  meski peserta dari  Myanmar tidak muda tapi mereka mengaku senang. Keseruan melintasi medan offroad di kaki gunung Merapi yang memicu andrenalin membuat kesan mendalam bagi mereka. "Ya mereka semua senang. Meski di awal sedikit khawatir, setelahnya justru mereka tertawa-tawa menikmati serunya perjalanan," ujar Dwi.

Wisata jeep Merapi sendiri terbagi menjadi empat rute yaitu sunrise, short, medium, dan long. Khusus untuk paket sunrise dimulai pukul 4.30 WIB. Tiap rutenya beda-beda setiap paket. Harga paket Merapi jeep  ini berkisar Rp 350.000 hingga 550.000 untuk harga satu jeep yang berisi 4 orang.

Untuk paket sunrise, Anda bisa menikmati indahnya sunrise dari kawasan batu alien dan berakhir di museum merapi. Setiap paket akan memakan waktu yang berbeda-beda, yaitu untuk paket short adalah 1.5 jam, medium 2.5 jam dan paket long 4 jam.

Gunung Merapi dengan segala kemegahan dan cerita mistis yang tak ada habisnya ternyata bersahabat dengan wisatawan yang suka tantangan. Usai erupsi hebat pada tahun 2010 lalu, perlahan bangkit, begitu juga tempat wisatanya. Bekas semburan lahar dahsyat beberapa tahun silam, kini menghidupkan pariwisata di kaki Gunung Merapi.

Selain pemandangan alam yang dapat dinikmati dengan udara yang sejuk, mencoba sensasi menyusuri lautan pasir sisa erupsi memang mengasyikan. Bagi wisatawan pecinta sunrise, bisa memilih paket tour ini dengan memulai trip pada pukul 04.30 WIB. Kalau mau santai bisa siang atau sore hari.

Pengalaman melintasi kawasan merapi dengan jalur offroad menggunakan jeep tampak mengesankan bagi peserta famtrip Indochina. Ini akan menjadi cerita bagi mereka usai kembali ke negaranya masing-masing.

Usai menyusuri kawasan gunung Merapi dengan jeep, peserta famtrip Indochina diajak menyaksikan sendratari Ramayana. Meski lelah namun mereka tetap bertahan hingga pertunjukan selesai.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani mengatakan, tujuan pelaksanaan Famtrip adalah untuk meningkatkan awareness tentang paket wisata destinasi prioritas Borobudur dan sekitarnya. "Khususnya bagi pasar Indochina yang memiliki persamaan kultural serta heritage dengan Indonesia. Mereka akan kembali ke negara mereka dengan cerita dan pengalaman mereka di sini," kata Rizki Handayani.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto