logo

Joko Driyono Ditahan, Penyidik Cecar Aliran Dana Di Rekening Tersangka

Joko Driyono Ditahan, Penyidik Cecar Aliran Dana Di Rekening Tersangka

Istimewa
25 Maret 2019 18:17 WIB
Penulis : B Sadono Priyo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Satuan Tugas Antimafia Bola Polri resmi menahan Pelaksana Tugas Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono (JD) di rutan Polda Metro Jaya. Pria asal Ngawi ini diperiksa  usai diperiksa 4 jam.

"Saudara JD diperiksa tadi pukul 10.00 WIB, lalu kami gelar perkara sekitar pukul 14.00 WIB, setelah itu kami lakukan penahanan terhadap yang bersangkutan," ujar Kepala Satgas Antimafia Bola Polri Brigadir Jenderal Hendro Pandowo di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan,  Senin, (25/3/2019)

Pengacara JD, Andru Bimaseta, kliennya diperiksa seputar pengrusakan barang bukti. Penyidik lebih banyak menanyakan soal aliran dana di rekening Joko Driyono.

"Soal rekening, aliran dananya ditanyakan penyidik. Dari bukti-bukti rekening, itu dilihat keseharian pak Joko ini untuk apa saja. Misalkan untuk bayar apa terkait rekening, hal itu ditanyakan terus. Lalu mengenai barang bukti lain seperti laptop, handphone, semuanya ditanyakan juga," katanya.

Joko Driyono, kata Hendro, akan ditahan selama 20 hari ke depan. 

Sebelumnya, JD  ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan atau memasuki dengan cara membongkar, merusak, atau menghancurkan barang bukti yang telah dipasang garis polisi oleh penguasaan umum di kantor Komisi Disiplin PSSI,  14 Februari 2019 lalu.

JD diduga sengaja merusak sejumlah dokumen yang berkaitan dengan beberapa peristiwa yang saat ini sedang diinvestigasi oleh Satgas Antimafia Bola Polri. Dia dikenakan pasal 363 KUHP terkait pencurian dan pemberatan, kemudian pasal 232 KUHP tentang perusakan pemberitahuan dan penyegelan. Lalu pasal 233 KUHP tentang perusakan barang bukti dan yang terakhir adalah pasal 235 KUHP terkait perintah palsu untuk melakukan tindak pidana yang disebutkan di pasal 232 KUHP dan 233 KUHP.

Penyidik sebelumnya menetapkan
 tiga tersangka yakni Muhammad Mardani alias Dani sopir Joko Driyono, Musmuliadi alias Mus seorang pesuruh di PT Persija dan Abdul Gofar pesuruh di PSSI.

Ketiganya ditetapkan tersangka dalam kasus perusakan dokumen barang bukti yang oleh penyidik dianggap dokumen penting untuk mengungkap kasus pengaturan skor. Mereka diduga ditugaskan oleh JD.