logo

Pria Hidung Belang Pengguna Jasa Vanessa Angel Ternyata Juga Membooking Artis Lain

 Pria Hidung Belang Pengguna Jasa Vanessa Angel Ternyata Juga Membooking Artis Lain

Istimewa
25 Maret 2019 17:31 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id -
SURABAYA: Nama pengusaha asal Lumajang, Rian Subroto disebut-sebut sebagai pengguna jasa prostitusi artis Vanessa Angel, dalam dalam sidang perdana mucikari Endang Suhartini alias Siska (ES) dan Tentri Novanta (TN). Selain membooking Vanessa Angel bertarif Rp80 juta, pengusaha ini juga mengencani artis lain Avriellya Shaqilla dengan tarif Rp 25 juta.

Dalam  dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sri Rahayu mengungkap ada pelaku lain bernama Dhani yang sekarang berstatus DPO, yang menawarkan sosok Vanessa kepada saksi Rian Subroto.

"Dhani dan saksi Rian Subroto bertemu  di cafe Delight di Gading Sari Lumajang, sekitar bulan Desember 2018," ujar JPU Sri Rahayu dalam persidangan yang diketuai Anne Rusiana di Surabaya, Senin (25/3/2019).

Saat itu Dhani mengaku bisa mencarikan wanita atau artis atau selebgram yang bisa diajak kencan alias berhubungan seks. Selanjutnya, saksi Rian merasa tertarik dan memilih Vanessa Angelia Adzan alias Vanessa Angel untuk berkencan di sebuah hotel di Surabaya.

Belakangan juga terungkap bahwa Rian juga membooking Avriellya Shaqilla di hari yang sama. Selanjutnya, Dhani menghubungi terdakwa TN untuk mendatangkan saksi Vanessa Angel dan Avriellya Shaqilla yang dipesan Rian.

Terdakwa TN yang hanya mengenal Avirellya Shaqila saja, akhirnya menghubungi temannya yang bernama Intan Permatasari Winindya Chasanovri alias Nindy (terdakwa berkas terpisah) untuk dikomunikasikan dengan Vanessa Angel. Selanjutnya, Nindy menghubungi Fitriandri alias Vitly Jen untuk membooking Vannesa Angel.

Fitri akhirnya menghubungi terdakwa ES yang langsung berkomunikasi dengan Vanessa. Vanessa yang setuju dengan tawaran itu siap terbang ke Surabaya dengan tarif Rp80 juta.

Tarif Vanessa Angel Rp80 juta dan Avriellya Shaqilla Rp25 juta itu sudah termasuk biaya operasional seperti tiket pesawat Jakarta ke Surabaya. Keduanya tiba di Surabaya pada 5 Januari dan diajak ke sebuah hotel di Jalan HR Muhammad, hingga akhirnya diamankan polisi.

Terdakwa TN hadir di PN Surabaya mengenakan kerudung berwarna pink dan menutupi wajahnya dengan rambut. Sedangkan ES pilih menyembunyikan wajahnya dibalik masker dan kaca mata.

Kedua mucikari itu disidang secara terpisah. Keduanya didakwa atas dugaan pelanggaran Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat 1 UU RI No. 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi elektronik Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.***

Editor : Yon Parjiyono