logo

Disperkim Kota Ternate Malut Diminta Selektif Salurkan Bantuan

Disperkim Kota Ternate Malut Diminta Selektif  Salurkan Bantuan

25 Maret 2019 17:22 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - TERNATE:Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkim) Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) diminta selektif dalam menyalurkan bantuan rehabilitasi rumah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah.

"Masalahnya rumah warga yang diusulkan pihak kelurahan untuk mendapatkan bantuan rehabilitasi itu sering tidak sesuai dengan kondisi di lapangan, karena hanya didasarkan pada pertimbangan subjektif pihak tertentu di kelurahan," kata salah seorang tokoh masyarakat di Ternate Muhammad Salam di Ternate, Senin  (25/3/2019), seperti  diwartakan  Antara.

Kota Ternate pada 2019 ini mendapat alokasi bantuan rehabilitasi rumah warga dari pemerintah pusat 120 rumah dengan anggara Rp4 miliar lebih atau setiap rumah mendapat bantuan sekitar Rp19 juta dalam bentuk bahan bangunan.

Ia juga mengharapkan Disperkim Ternate mengupayakan tambahan alokasi rumah warga untuk mendapatkan bantuan rehabilitasi melalui bantuan BSPS ke pemerintah pusat, karena masih banyak rumah warga di daerah ini yang membutuhkan bantuan itu.

Selain itu, alokasi anggaran untuk rehabilitasi setiap rumah ditambah, karena kalau hanya Rp19 juta tidak cukup untuk menyelesaikan rehabilitasi rumah, apalagi harga bahan bangunan di Ternate cukup mahal, terutama untuk harga balok kayu dan papan yang mencapai diatas Rp3 juta-an per kubik.

Sementara itu, Kepala Disperkim Ternate Rizal Marsaoly mengatakan pihaknya tidak serta merta langsung menyetujui usulan bantuan rehabilitasi rumah melalui program bantuan BSPS yang diajukan pihak kelurahan, tetapi selalu mengecek terlebih dahulu di lapangan.

Pengecekan itu untuk melihat apakah rumah yang diusulkan pihak kelurahan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan pemerintah pusat yakni kondisi rumah tidak layak huni atau rumah milik warga tidak mampu disamping apakah lahannya bermasalah atau tidak.

"Kami sudah menurunkan tim ke lapangan untuk mengecek rumah yang diusulkan pihak kelurahan dan ternyata memang ada yang tidak memenuhui syarat dan langsung dicoret, yang semuanya nanti akan dibicarakan dengan pihak kelurahan dan warga," katanya.

Rehabilitasi rumah warta di Ternate melalui program BSPS sudah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir dan telah berhasil menangani ribuan rumah tidak layak huni dan rumah warga tidak mampu, selain itu juga ada program rehabilitasi rumah melalui kearifan lokal di antaranya program Bari Fola.  ***

Editor : Yon Parjiyono