logo

Kampanye Terbuka Dimulai: Jokowi – Ma’ruf Geber Para Menteri, Prabowo – Sandi Andalkan Urunan Masyarakat

Kampanye Terbuka Dimulai: Jokowi – Ma’ruf Geber Para Menteri, Prabowo – Sandi Andalkan Urunan Masyarakat

24 Maret 2019 01:03 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - JAKARTA: Hari ini, Minggu (24/3/2019), kampanye terbuka Pemilu 2019 dimulai. Untuk Pilpres, dua pasangan yang bersaing, Joko Widodo – Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, sudah menyusun strategi dan juru kampanye andalan untuk merebut simpati rakyat dari  hari ke hari hingga 13 April mendatang. Persaingan yang sangat menentukan untuk meraih kemenangan dalam Pilpres, 17 April mendatang. Bagaimana kesiapan kedua kubu?

Dari pernyataan tim kampanye masing-masing ternyata ada perbedaan mencolok. Paslon Capres/Cawapres Jokowi – Ma’ruf lebih mentereng dibandingkan duet Prabowo – Sandi. Bayangkan, Jokowi – Ma’ruf memiliki jurkam nasional andalan berstatus Menteri.  Sebaliknya Prabowo – Sandi lebih mengandalkan dukungan dan urunan masyarakat termasuk mbok-mbok.

Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf akan menurunkan 5.320 juru kampanye nasional (Jurkamnas) dalam kampanye terbuka 24 Maret-13 April 2019. Kubu petahana bakal menurunkan ulama, pimpinan partai koalisi, sampai menggeber para menteri.

"Total 5.320 Jurkamnas yang akan kami kerahkan di semua wilayah," ujar Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Hasto Kristiyanto di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Sabtu (23/3/2019) seperti dilansir merdeka.com.

Hasto mengatakan, para menteri yang menjadi Jurkamnas akan mengambil cuti dengan menyesuaikan jadwal kampanye. Beberapa menteri yang sudah dikonfirmasi adalah menteri dari partai.

Di antaranya, Menseskab Pramono Anung ( PDIP), Menko PMK Puan Maharani (PDIP), Menaker Hanif Dhakiri (PKB), dan Menteri KLHK Siti Nurbaya (NasDem). Jurkamnas ini bakal membagi tugas tergantung basisnya.

"Sudah ada pembagian tugas, ada yang sangat kuat di basis untuk membangun harapan desa berkemajuan, ada yang di petani, ada yang di nelayan, kalangan orang muda," ucap Sekjen PDIP itu.

Hasto juga mengatakan sekurangnya bakal ada 17 Jurkamnas yang bakal disebar di 17 provinsi. Dia memastikan bakal mengisi di semua provinsi sesuai zonasi yang ditentukan KPU.

Sedangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, menurut Wakil Ketua Umum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo, Priyo Budi Santoso mengatakan sedang kesulitan dana kampanye. "Ada satu hal yang tadi sempat dibahas secara khusus oleh para pimpinan partai koalisi dan para ulama yang hadir, ialah suasana kebatinan rakyat dan angin perubahan dari rakyat yang begitu dahsyatnya kita terima hari ini. Hari ini memang Pak Prabowo sendiri sudah mengumumkan dalam kondisi tongpes (kantong kempes), posisi logistik yang serba kurang," kata Priyo usai melakukan pertemuan di rumah Prabowo, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Sabtu (23/3/2019) seperti dilaporkan merdeka.com

Meski begitu, lanjut Priyo, tak mengurangi semangat Prabowo-Sandiaga dan para pendukungnya untuk bisa memenangkan kompetisi Pemilu 2019. "Kami tadi menyaksikan dari laporan-laporan dari berbagai daerah yang dikemukakan dari pimpinan partai koalisi maupun para relawan dan para ulama, bahwa masyarakat itu urunan satu persatu," ujarnya.

"Ada si mbok-mbok bakul yang urunan hanya Rp 200 ribu, ada yang kemudian tadi Pak Prabowo sampai terharu menyampaikan di depan pertemuan kita tadi, ada si mbok-mbok yang hanya kasih Rp 250 ribu, Pak Sandiaga Uno juga tadi Rp 700 ribu," tuturnya.

Menurutnya, hal tersebut merupakan sesuatu yang baru selama pesta demokrasi lima tahunan ini berlangsung. "Tapi kami menyakini Insya Allah, kita menyakinin dengan kawalan seluruh rakyat termasuk kami juga menyerukan seluruh relawan se-Indonesia untuk mendatangi TPS-TPS, kami meyakinin terjadi peristiwa demokrasi yang bagus, yang profesional, jujur dan adil, tetapi insya Allah pemenangnya adalah Prabowo-Sandi," ucapnya. ***