logo

Pejuang Penyandang Disabilitas Itu, Akhirnya Bertemu Mendes PDTT

 Pejuang Penyandang Disabilitas Itu,  Akhirnya Bertemu Mendes PDTT

Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo (kanan), Sapto Juli Isminarti (dua dari kanan), Ketua Tim Pakar Haryono Suyono, (kedua dari kiri), dan Sekjen Kemendes PDTT Anwar Sanusi (paling kiri). (foto,ist)
07 September 2018 10:33 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo menerima rombongan disabilitas dan warga miskin, yang dipimpin Ibu Sapto Juli Isminarti, di kantornya Kemendes PDTT Jakarta, Kamis (9/2018).

Ketua Tim Pakar Mendes PDTT Haryono Suyono, yang menemani Ibu Juli bertemu Mendes mengemukakan, Ibu Juli seorang pejuang panyandang disabilitas yang gigih dari Malang. Haryono, mantan Ketua Umum DNIKS yang membimbingnya dalam perjuangan sosial kemasyarakatan, dan dilanjutkan oleh Tantyo Sudharmono, sebagai Ketua Umum DNIKS yang baru.

Dengan penuh keramahan Menteri, yang didampingi Sekjen Anwar Sanusi dan Dirjen Taufik Abdullah menerima Ibu Juli bersama suami, anak, serta sedikitnya 25 orang penyandang disabilitas lainnya. Para disabilitas itu ada yang berkaki satu, tidak bisa melihat, tidak bisa mendengar, ada juga yang didorong di atas kursi roda. Rombongan juga didampingi seorang pengusaha muda peduli dari Bekasi Heru Purnomo SE.

Mantan Menko Kesra dan Taskin itu mengungkapkan, Ibu Juli merupakan pejuang gigih dari Malang, yang melatih dan mempekerjakan rekan-rekannya sesama penyandang disabilitas,  yaitu secara fisik memiliki kekurangan. Bersama rekan-rekannya sesama disabilitas sedang memperluas kegiatan sosial ikut peduli terhadap desa “kumis”, kumuh dan miskin, di Bekasi.

Saat bertemu dengan Mendes PDTT, tanpa teks Juli menceritakan perjuanganya mengembangkan kegiatan untuk rekan-rekan penduduk miskin, disfabel, atau kurang mendapat perhatian. Melalui pelatihan membuat produk laku jual, bersama penduduk yang dilahirkan normal dalam kesatuan usaha inklusif.

"Artinya belajar dan mengembangkan usaha mandiri bersama-sama," ujar Haryono. Salah satu cirinya, keberaniannya bekerja sama dengan mahasiswa dan dosen.

Seperti di Malang bersama Universitas Brawijaya dan di Jakarta dan sekitarnya bersama Universitas Trilogi, yang berbagi kegiatan dalam Kuliah Kerja Nyata dan pemberdayaan masyarakat luas di pedesaan.

Mendes PDTT, menaruh perhatian tinggi dan sangat menghargai perjuangan Juli dan kawan-kawannya, dalam pembangunan desa dan masyarakatnya. Untuk itu, Mendes PDTT mengajak Juli dan kawan-kawannya terus berjuang dengan semangat tinggi membangun dan membuktikan secara nyata.

Bisa menjadi contoh dan pusat pelatihan rekan-rekannya, dalam membangun usaha yang mandiri dan inklusif. "Perjuangan yang berat asal dilakukan dengan ikhlas dan selalu memohon ridho dari Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa. Akan ditunjukkan jalan dan kemudahannya sehingga berhasil dengan baik," tutur Mendes PDTT.

Menurut Mendes, seperti diungkapkan Haryono, usaha Yuli bersama seorang pengusaha muda yang peduli di Bekasi diharapkan dilakukan dengan ikhlas dan sungguh-sungguh. Agar bisa menjadi contoh yang baik dalam membangun desa dan masyarakatnya.

Haryono menjelaskan, Menteri menugasi Dirjen Taufik Abdullah dan jajarannya memberikan fasilitasi, agar upaya yang sedang dilakukan itu bisa menjadi contoh yang baik dan dinamis. Bukti kerja gotong royong antara masyarakat peduli, pemerintah, serta perguruan tinggi dalam dinamika yang tinggi.

Demi masa depan yang penuh keakraban antara sesama warga,  demi kemajuan keluarga dan bangsanya. Menteri berjanji akan memberikan perhatian dan meninjau berbagai kegiatan yang sedang dikembangkan di Desa yang disebut Ibu Juli sebagai Desa “Kumis”, kumuh dan miskin tersebut.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto