logo

Desa Sasagaran Tingkatkan Produktivitas Ternak Lele Lewat Investasi BUMDes

Desa Sasagaran Tingkatkan Produktivitas Ternak Lele Lewat Investasi BUMDes

Sekretaris Desa Sasagaran Ihsan Fauzi, di depan kolam peternakan lele. (foto,ist)
05 September 2018 15:39 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Ketua Tim Pakar Kemendes PDTT Haryono Suyono, di ruang kerjanya di Jakarta, Rabu (5/9/2018 8) mengungkapkan, dirinya memperoleh cerita dari Sekretaris Desa Sasagaran Ihsan Fauzi, bahwa desa di Kecamatan Kebonpedes, Sukabumi tersebut memiliki produk unggulan kawasan perdesaan (Prukades), yakni ternak lele.

Desa itu banyak memiliki peternak lele. Namun, pada awalnya banyak yang rugi. Kemudian pemerintah desa menggandeng Balai Budidaya Air Tawar (BBAT) guna meningkatkan kemampuan dan keterampilan peternak, untuk mengatasi masalah budidaya lele.

Masalah yang biasa terjadi adalah angka kematian tinggi, proses perawatan tidak efisien, serta kurangnya daya tahan lele pada perubahan cuaca. Padahal, biaya produksi cukup mahal.

Menyadari bahwa dukungan pemerintah desa pada peternak lele sangat penting, maka warga para peternak lele berinisiatif, untuk lebih serius dalam pengembangan produk unggulan desa tersebut. Alhasil, atas usulan masyarakat, pada tahun 2016, Pemerintah Desa Sasagaran menggelar pelatihan budidaya ikan lele.

Pengalaman pelatihan itu langsung dipraktikan dan diterapkan pada budidaya lele di desa. Teori hasil pelatihahn itu diikuti secara sistematis, dimulai dari penyimpanan telor ke kolam penetasan dengan ketinggian air sekitar 15 cm dan dikontrol ketat sampai sekitar 11 hari.

Pada hari ke 12 baru diberikan pakan pabrik sampai usia 18 hari. Setelah itu disortir dan dipindahkan ke kolam pendederan yang sudah diberi campuran dolomit dan rebusan air daun pepaya dengan ketinggian air minimal 30 cm – 35 cm. Pada usia 1 bulan disortir kembali dan ketinggian air ditingkatkan sampai 40 - 45 cm.

Setelah satu minggu siap panen dengan ukuran lele 5-8 cm yang siap masuk kolam untuk pembesaran. Lebih lanjut, Haryono menyatakan Tin Pakar Kemendes PDTT. mencatat bahwa melalui BUMDes telah dilakukan investasi untuk pengembangan usaha lebih besar lagi.

Produk unggulan desa menjangkau pasar lebih luas dan mendorong percepatan peningkatan perekonomian desa. Dalam satu tahun terakhir dari 24 kolam bertambah menjadi 40 kolam, dengan tingkat produktivitas yang tinggi. Melalui usaha yang lebih sistematis itu, dalam satu bulan panen lele meningkat menjadi 70 ribu sampai 100 ribu ekor.

Editor : Laksito Adi Darmono