logo

Desa Gisting Olah Sampah Jadi Aneka Produk Bermutu

Desa Gisting Olah Sampah Jadi Aneka Produk Bermutu

Armada sampah (foto,ist)
28 Agustus 2018 16:07 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Saat masa jayanya PKK di desa-desa di Indonesia, gerakan para ibu melakukan berbagai kegiatan sangat akrab dengan pembangunan di desa. Salah satu yang menonjol adalah peran PKK dalam program KB yang sangat berhasil.

Di samping itu,  para ibu anggota PKK juga sangat rajin menggerakkan anggotanya untuk lingkungan yang bersih, termasuk mengumpulkan dan mengolah sampah yang setiap hari diproduksi oleh tiap keluarga kaya maupun miskin. Kegiatan itu menjadi sangat hebat tatkala dunia menganjurkan gerakan pengolahan sampah secara internasional.

Ketua Tim Pakar Kemendes PDTT Haryono Suyono, di ruang kerjanya di Jakarta, Senin (27/8/2018) menyatakan, memperoleh laporan anggotanya Ivanovick Agusta, gerakan pengolahan sampah  juga merambah ke pedesaan, termasuk di desa Pekon Gisting Bawah, Gisting, Tanggamus.

Sejak beberapa waktu lalu masyarakat pengelola sampah di desa ini, semula didominasi para ibu. Tapi, sejak rakyat bersatu secara gotong royong, maka mereka mulai mengubah sampah menjadi berkah.

Untuk mengelola sampah di desa, Pekon Gisting Bawah, Gisting, Tanggamus, seperti banyak desa lain, mendirikan Bank Sampah Gisting Bawah (BSGB) pada 2 April 2014. Tidak seperti di desa lain di Jawa, yang pendirian Bank Sampah pada umumnya di prakarsai oleh Ibu-ibu PKK, di desa ini Bank Sampah dicetuskan pengurus Satuan Organisasi Kebersihan Lingkungan (SOKLI).

Sejak 2015, sewaktu mulai dikucurkan bantuan dana desa langsung ke desa, melalui Surat Keputusan Kepala Pekon Nomor 4 Tahun 2015 tentang Unit Usaha Pengelolaan Sampah, maka Bank Sampah yang didirikan pada tahun 2014 tersebut, dipindahkan pengelolaannya sebagai unit bisnis Badan Usaha Milik Pekon (BUM-Pekon) Mandiri Bersatu.

Di bawah pengelola baru, menurut Pengurus BUM Pekon Supriadi, Bank Sampah memiliki modal dan mengajak masayarakat desa memahami masalah pengolahan sampah. Pada tahun 2016, Pekon Gisting Bawah memiliki Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang menerapkan prinsip yang bersifat internasional.

Yakni 3R, Reduce, Reuse, dan Recycle, mengurangi jumlah sampah, menggunakan sampah yang masih bisa dipakai dan mengolah sampah. Melalui tiga pola ini sampah dikelola dengan lebih cermat, dikumpulkan secara teratur, dipilah sampah organik dan sampah unorganik, dilakukan pembuatan pupuk organik, jual beli sampah daur ulang hingga membuat kerajinan berbahan sampah plastik dan kertas.

Bank Sampah BumTekon mengajak tidak kurang dari 185 KK menjadi anggota. Dari pengelolaan sampah. BSGB mampu menghasilkan pemasukan sebesar Rp 14 juta per bulan. Dengan rincian Rp 4 juta dari jasa pengambilan sampah rumah tangga, Rp 3 juta dari penjualan pupuk organik, Rp 6,5 juta dari penjualan sampah daur ulang, serta Rp. 500 ribu dari penjualan souvenir kerajinan yang bahan bakunya dari sampah yang dikumpulkan. Penduduk desa, telah mampu mengubah sampah menjadi berkah.

Editor : Markon Piliang