logo

Amankan Penggunaan Data Secara Virtual: 4 Tips Bertransaksi Digital Di Gadget

Amankan Penggunaan Data Secara Virtual: 4 Tips Bertransaksi Digital Di Gadget

25 November 2021 13:01 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - JAKARTA: Gerakan masyarakat tanpa uang tunai atau cashless society semakin marak dan kian trending. Hal ini didukung pula dengan semakin banyaknya platform belanja yang menyediakan fitur pembayaran digital pada layanannya.

Dengan metode pembayaran tersebut, konsumen tidak lagi harus membawa uang tunai, dan bisa langsung menyelesaikan transaksi melalui smartphone. Ada banyak layanan yang bisa digunakan oleh masyarakat untuk bertransaksi secara digital, salah satunya adalah paylater.

Dengan paylater, pengguna bisa bebas berbelanja kebutuhan apapun, dan bisa membayar tagihannya belakangan. Cara kerja yang mirip dengan kartu kredit namun lebih praktis dan mudah diajukan membuat paylater begitu cepat menarik perhatian konsumen, khususnya pelaku belanja online. Walaupun perkembangan layanan tersebut semakin mumpuni, termasuk dalam hal sistem keamanan, pengguna masih harus waspada dan bijak dalam memanfaatkannya. Sebab, cara mengamankan pemakaian layanan keuangan digital yang utama berada di tangan pengguna sendiri.

Ada empat tips agar agar anda aman dan nyaman bertransaksi secara digital di gadget. Berikut penjelasannya

 1. Cek Izin Usaha Penyedia Jasa Keuangan

Dengan perkembangannya yang begitu pesat dan tingginya antusiasme masyarakat, ada banyak layanan keuangan digital yang kini bisa digunakan. Masing-masing layanan pun menawarkan kemudahan pengajuan dan keunggulan yang menarik. Akan tetapi, jangan sampai lengah dibuatnya. Pastikan bahwa perusahaan penyedia layanan keuangan digital terpercaya dan memiliki izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dengan begitu, anda dapat memastikan bahwa layanan tersebut menjamin keamanan dan kenyamanan konsumen, serta melindungi haknya. Hal serupa juga wajib dilakukan pada layanan situs belanja online atau e-commerce.

Cek apakah kredibilitas e-commerce terjamin dan bukanlah situs tiruan yang dibuat oleh oknum kriminal untuk melakukan kejahatan siber.

2. Jaga Privasi dan Akses pada Gadget

Mayoritas pengguna gadget, khususnya smartphone, pasti mengaktifkan fitur keamanan berupa PIN, kata sandi, maupun sidik jari agar tak ada orang lain yang bisa mengaksesnya. Namun, hal tersebut belum sepenuhnya cukup untuk mencegah aksi kriminal dari pihak yang ingin membobol perangkat dan mencuri data pribadi yang tersimpan di dalamnya.

Perlu diingat, usahakan untuk selalu menempatkan gawai di bawah pengawasan anda, terutama saat membuka aplikasi keuangan digital atau e-commerce. Juga, lakukan log out setiap kali selesai melakukan transaksi digital. Bila perlu, pasang aksesoris smartphone tambahan berupa pelapis layar dengan warna gelap agar orang sekitar tidak bisa melihat gambar pada layar smartphone dan segala aktivitas yang dilakukan pada perangkat tersebut.

3. Perhatikan Penggunaan Gawai Saat Bertransaksi Digital

Selain menjaga privasi dan menjamin keamanan akses pada gawai, anda juga wajib memerhatikan pemakaiannya ketika bertransaksi digital. Masih banyak yang belum menyadari, hindari melakukan aktivitas keuangan digital pada ponsel yang terhubung ke jaringan internet atau Wi-Fi publik. Alasannya karena koneksi tersebut mampu membuat gawai lebih rentan terkena peretasan atau pembobolan dari pengguna lain yang terhubung ke jaringan internet yang sama.

Tidak hanya itu saja, usahakan untuk rutin memperbaharui versi aplikasi keuangan digital agar sistem keamanannya ikut ditingkatkan. Termasuk juga pada sisi software agar selalu melakukan update ke versi terbaru.

Dengan begitu, keamanan perangkat menjadi lebih optimal dan lebih kebal terhadap berbagai macam upaya peretasan, pembobolan, maupun pencurian data penting.

4. Jangan Pernah Bocorkan Kode PIN atau OTP

Personal Identification Number atau biasa disingkat PIN menjadi salah satu kode yang digunakan untuk mengakses akun layanan transaksi digital. PIN biasa dipasang sebagai sistem keamanan pada ATM, internet banking, dompet digital, e-commerce, dan layanan keuangan digital lainnya. Saat menentukan PIN, dianjurkan untuk menggunakan nomor atau kode yang berbeda antara satu akun dengan yang lainnya.

Tujuannya agar saat benar terjadi peretasan dan PIN di salah satu akun diketahui oleh orang lain, akun lainnya tetap aman dan tak berisiko untuk dibobol pula. Di sisi lain, ada pula One Time Password atau OTP yang kerap menjadi sistem keamanan tambahan untuk menjamin dan memverifikasi transaksi digital benar-benar dilakukan oleh pemilik akun.

Kode OTP biasa dikirim via SMS ke nomor pribadi pemilik akun dan bersifat rahasia. Artinya, tidak boleh ada pihak lain yang mengetahuinya selain pemilik akun itu sendiri, termasuk pihak yang mengaku dari pihak penyedia layanannya.

Selain itu, kode OTP hanya aktif dalam waktu sangat singkat. Jadi, jika tidak digunakan atau tidak ada respon dari penggunanya, kode OTP akan hangus dan akan dikirimkan kode baru jika diperlukan kembali.

Jadi Bumerang, Transaksi Digital Bisa Berubah Bencana Jika Tak Tepat Digunakan

Sebagus dan secanggih apapun suatu teknologi, jika digunakan dengan cara yang kurang tepat, manfaatnya sudah pasti akan berkurang drastis. Bahkan tak jarang niat mendapatkan kemudahan dari teknologi tersebut malah berubah menjadi bencana, tak terkecuali saat bertransaksi digital.

Oleh karena itu, agar transaksi digital makin aman dan nyaman, pastikan untuk mengikuti tips yang telah disampaikan di atas.***