logo

Antisipasi Banjir Semarang, Rumah Pompa Harus Berfungsi Maksimal

Antisipasi Banjir Semarang, Rumah Pompa Harus Berfungsi Maksimal

Sistem pembuangan air di rumah pompa Semarang. (Istimewa)
25 November 2021 11:48 WIB
Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - SEMARANG: Bencana alam berupa banjir dan tanah longsor mulai menyergap sejumlah daerah di Jawa Tengah. Dalam tempo berdekatan, banjir telah merendam ribuan rumah di Pekalongan dan Tegal. Sedang tanah longsor yang merenggut nyawa terjadi di Banjarnegara.

Untuk mencegah agar banjir besar tidak melanda ibu kota Jawa Tengah sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Pemkot Semarang, diminta waspada antara lain dengan memastikan berfungsinya rumah-rumah pompa.

Tak kurang, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sendiri, merasa perlu ikut memantau kondisi rumah pompa di Kota Semarang. Seperti dilakukannya pekan kemarin, seluruh rumah pompa terpantau masih bekerja dengan baik.

Selain petugas yang selalu siaga 24 jam, Ganjar Pranowo mengingatkan kepada petugas jaga supaya memperhatikan kebersihan di sekitar pintu air rumah pompa. Dua rumah pompa yang ditinjau ya berada Sawah Besar dan rumah Muktiharjo Kidul, Kota Semarang.

Ganjar sengaja mengecek rumah pompa sebagai antisipasi dalam menghadapi intensitas curah hujan yang tinggi selama November-Desember 2021. Terlebih di sekitar Sawah Besar dan Muktiharjo Kidul, termasuk kawasan yang sering tergenang banjir saat hujan lebat.

"Tolong ditunggu dan dipantau terus kondisi rumah pompanya," kata Ganjar kepada penjaga rumah pompa Muktiharjo Kidul.

Di rumah pompa Muktiharjo Kidul, Ganjar sempat melihat sampah di area pintu air. Ganjar kemudian mengingatkan area di sekitar rumah pompa, khususnya di pintu air, agar rajin dibersihkan biar tidak mengganggu kinerja mesin pompa air.

"Kalau ada sampah seperti ini siapa yang bersihkan? Tolong sering-sering dicek. Dibersihkan terus agar lancar," kata Ganjar.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem dan curah hujan intensitas sedang hingga lebat akan terjadi sampai Desember 2021. Dan akan terus berlanjut hingga awal tahun 2022.

Ganjar Pranowo sendiri telah menetapkan Jawa Tengah siaga banjir hingga April 2022. Ia tidak berhenti mengingatkan agar semua siap menghadapi situasi terburuk.

Ia juga mengingatkan semua pihak ikut serta dalam menjaga lingkungan, seperti membuang sampah pada tempatnya. Saat ini, Ganjar terus memantau sejumlah daerah yang berpotensi banjir saat curah hujan tinggi. ***

Editor : Pudja Rukmana