logo

Terduga Pelaku Pembunuh Istri Di Gresik, Ditemukan Tewas Tertabrak KA Di Jombang

Terduga Pelaku Pembunuh Istri Di Gresik, Ditemukan Tewas Tertabrak KA Di Jombang

25 November 2021 08:43 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - SURABAYA: Terduga pelaku penganiayaan yang menewaskan istri dan membuat anak kandungnya luka parah di Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo, Gresik, Joko Sumarsono (63) ditemukan tewas di rel kereta api di wilayah Kabupaten Jombang. Korban yang sedang diburu polisi itu, diduga sengaja mengakhiri hidup dengan cara menabrakkan diri ke kereta api yang sedang lewat.

Menurut Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Teguh Setiawan, korban kecelakaan kereta api itu merupakan buronan yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Gresik. "Benar, dia seorang DPO Polres Gresik," ujarnya, Kamis (25/11/2021).

Seperti pernah diberitakan, pelaku pembunuhan yang menewaskan istrinya Triyana (55) dan anak kandungnya  Zada Talitha (25) yang kritis karena terkena luka tusukan gunting di bagian wajah dan tangan itu, langsung kabur dari rumah yang sekaligus menjadi lokasi kejadian sejak Rabu (24/11/2021) pagi.

Sejumlah saksi menyebut, Joko kabur sengan mengendarai sepeda motor yang belakangan dititipkan pada salah satu saudaranya. Selanjutnya, korban yang lansgung menjadi target pencarian polisi itu, diketahui tertabrak kereta api di Jombang sekitar pukul 15.42 WIB.

Jenazah Joko ditemukan dengan kondisi tubuh yang sangat mengenaskan, setelah terseret kereta api hingga beberapa meter. Tidak ada identitas apapaun yang dikantongi korban saat kejadian.

Tapi polisi berhasil mengindentifikasi jenazah korban. Jenazahnya sudah langsung diurus, karena pihak keluarganya sudah mengetahui kejadian ini,” ujar Kepala Desa Bambe Mudjiono, Kamis (25/11/2021).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum tertabrak kereta, korban diketahui baru saja turun dari bus. Selanjutnya, korban yang seperti orang kebingungan itu, berjalan mondar-mandir di sekitar lokasi tersebut.

Seorang tukang ojek sempat menghampiri korban dan menawarkan diri untuk mengantar korban ke lokasi yang hendak dituju. Tapi korban menolak.

Selanjutnya, korban berjalan kaki dari arah utara menuju ke selatan di perlintasan kereta api double track di jalur rel Kereta Api KM 89+570. Saat Kereta Api Jayakarta jurusan Surabaya – Pasar Senen Jakarta, korban justru menghadang di tengah kereta hingga terpental puluhan meter. ***

Editor : Pudja Rukmana