logo

BI Optimis Ekonomi Jawa Timur Segera Bangkit

  BI Optimis Ekonomi Jawa Timur Segera Bangkit

25 November 2021 07:33 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - SURABAYA: Bank Indonesia Perwakilan Jawa Timur optimis ekonomi Jawa Timur akan bangkit di tahun 2021 dan 2022. Sekamin didukung oleh kondisi fundamental, keyakinan itu juga dipicu oleh terciptanya sinergi kebijakan dan inovasi Pemerintah Daerah, Bank Indonesia dan lembaga/otoritas lain.

Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Budi Hanoto,  kondisi fundamental itu utamanya ditopang oleh sektor pertanian dan kuatnya sektor industri yang menjadikan Jatim sebagai lead export manufaktur. "Kondisi ini diperkuat dengan inovasi dan sinergi berbagai pihak dalam menggali potensi yang ada," ujarnya dalam Pertemuan Tahunan Tahun 2021 di Surabaya, Rabu (24/11/2021).

Dia kemudian menyebut penguatan kerjasama perdagangan antar daerah, digitalisasi perekonomian, peningkatan inklusivitas UMKM, serta pengembangan ekonomi syariah. Inovasi dan sinergi kebijakan tersebut telah mampu menjaga momentum kebangkitan ekonomi Jawa Timur di tahun 2021.

Bahkan di tengah kebijakan pembatasan wilayah, pada triwulan III 2021 ekonomi Jawa Timur tetap mampu tumbuh positif sebesar 3,23% (yoy), lebih tinggi dari Jawa (3,03%, yoy). Sementara pada triwulan IV 2021 pemulihan ekonomi Jatim diperkirakan terus berlanjut sejalan dengan penurunan kasus Covid-19.

Bangkitnya ekonomi Jatim di tengah pandemi Covid-19 tidak lepas dari 4 key success factors, antara lain menjadikan Jatim sebagai Lead Export Industri Manufaktur, penguatan Jatim sebagai Lumbung Pangan Nusantara (LPN), optimalisasi digitalisasi ekonomi; dan menginklusifkan ekonomi Jatim melalui pengembangan UMKM, ekonomi syariah, dan pariwisata.

Sementara, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyatakan kunci sukses akselerasi ekonomi Jatim tidak lepas dari berbagai inisiatif yang dilakukan Pemerintah Daerah, seperti penguatan kerjasama antar daerah dan optimalisasi Lumbung Pangan Nusantara, didukung suksesnya program vaksinasi yang menjadi game changer bagi pemulihan ekonomi.

Ke depan, kata dia, ada beberapa tantangan bagi perekonomian Jatim yang perlu diantisipasi, antara lain tidak meratanya pemulihan ekonomi global, disparitas laju inflasi antar kabupaten/kota di Jatim, pembangunan SDM dan ketersediaan akses internet yang belum merata antara Jawa Timur bagian Utara dan bagian Selatan, serta lemahnya standardisi produk serta masih terbatasnya pembiayaan UMKM.

Berdasarkan tantangan tersebut, Bank Indonesia memperkirakan Ekonomi Jatim pada tahun 2022 tumbuh lebih tinggi dari tahun sebelumnya, pada kisaran 5,0-5,8% (yoy) atau kembali ke pola normal pertumbuhan sebelum pandemi Covid-19. Sementara inflasi diperkirakan masih berada dalam kisaran sasaran inflasi nasional 3 + 1%, sejalan dengan peran aktif TPID terutama melalui optimalisasi Lumbung santara (LPN). ***

Editor : Pudja Rukmana