logo

Jokowi Ingin RI-Prancis Perjuangkan Perdagangan Terbuka, Adil, Nondiskrimitatif

Jokowi Ingin RI-Prancis Perjuangkan Perdagangan Terbuka, Adil, Nondiskrimitatif

Foto: Tangkapan layar YouTube.
24 November 2021 21:01 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin Prancis menjadi mitra Indonesia dalam memperjuangkan perdagangan yang terbuka, adil dan nondiskriminatif. Presiden juga mendukung perdagangan yang berkelanjutan namun tak ingin isu lingkungan jadi alasan untuk menghambat perdagangan. 

Hal ini terungkap ketika Presiden Jokowi menerima kunjungan kehormatan Menteri Urusan Eropa dan Luar Negeri (Menlu) Prancis, Jean-Yves Le Drian, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (24/11/2021). Pertemuan kedua pemimpin ditayangkan dalam video di YouTube Sekretariat Presiden.

“Saya sangat mendukung perdagangan yang sustainable. Tapi saya keberatan jika isu lingkungan disalahgunakan untuk dijadikan hambatan perdagangan,” kata Presiden seperti diungkapkan Menlu Retno melalui Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden. 

Turut mendampingi Presiden, saat menerima Menlu Prancis yaitu Menlu RI Retno Marsudi dan Sekretaris Kabinet (Setkab) Pramono Anung. Sementara, Menlu Prancis didampingi Duta Besar (Dubes) Prancis untuk Indonesia Oliver Chambard.

Presiden Jokowi menyatakan setuju meningkatkan komunikasi RI-Prancis, tahun depan. Hal ini mengingat posisi Indonesia sebagai Ketua G20 per 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022. Sementara Prancis akan menjadi Presiden Uni Eropa. 

Selama Presidensi Prancis di Uni Eropa, Presiden Jokowi mengharapkan negosiasi perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA Indonesia dengan Uni Eropa akan) antara dipercepat dan mendapatkan hasil yang konkret.

Presiden Jokowi menyambut baik peningkatan kemitraan dengan adanya mekanisme dialog yang baru, yaitu pertemuan 2+2 (Menteri Luar Negeri – Menteri Pertahanan) antara kedua negara. 

Secara khusus Presiden Jokowi menyampaikan terima kasih atas dukungan vaksin Prancis ke Indonesia yang jumlah totalnya akan mencapai 4,8 juta dosis. 

Sebelumnya Indonesia telah menerima total 3,8 juta vaksin AstraZeneca dari Prancis melalui mekanisme skema vaksin global COVAX. Pengiriman pertama bantuan sebanyak 358.700 dosis vaksin tiba pada 10 September dan pengiriman kedua sebanyak 968.000 dosis vaksin tiba pada 16 September. Satu juta dosis vaksin AstraZeneca dukungan tambahan akan dikirimkan kemudian.

Menlu Prancis - Menhan Prabowo

Sebelumnya Menlu Prancis Jean-Yves Le Drian bertemu dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia Prabowo Subianto di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (23/11/2021).

Pertemuan tersebut membahas mengenai tindak lanjut kemitraan strategis antara Indonesia dan Prancis di sektor pertahanan yang telah ditandatangani, Juni 2021 di Prancis.

Informasi tertulis dari Biro Humas Setjen Kemhan menyebutkan, kerjasama pertahanan Indonesia dan Prancis mencakup berbagai bidang, seperti intelijen, pelatihan dan pendidikan militer, ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Kemudian, kerjasama di bidang industri pertahanan, pasukan pemelihara perdamaian, pemberantasan terorisme serta pengembangan dan penelitian industri pertahanan termasuk produksi bersama. ***

Editor : Pudja Rukmana