logo

Pelaku Sendratari Ramayana 'Bingah' Dimotivasi Kapolri Saat Tampil Di Tengah Pandemi

Pelaku Sendratari Ramayana 'Bingah' Dimotivasi Kapolri Saat Tampil Di Tengah Pandemi

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan bantuan paket bansos sembako ke pekerja seni yang terdampak Pandemi (Ist)
24 November 2021 22:39 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - YOGYAKARTA: Para pekerja seni yang tergabung dalam Ramayana Balet Yogyakarta merasa bahagia dan mendapatkan dorongan spirit untuk bangkit kembali bisa manggung dalam pementasan sendratari sekalipun masih dalam kepungan Pandemi Covid-19.

Kebahagiaan yang mereka peroleh berkat perhatian dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat melakukan kunjungan kerja Kapolri dalam rangka penyerahan bansos ke Pekerja Seni yang terdampak Pandemi Covid-19 di Provinsi DI Yogyakarta tersebut.

Kepada para pekerja seni, Jenderal Sigit berharap pemberian bansos dari pemerintah akan dapat meringankan beban para pekerja seni yang perekonomiannya terdampak akibat Pandemi Covid-19.

"Mudah-mudahan bantuan yang sederhana ini dapat bermanfaat dan bermakna bagi seniman yang ada di wilayah sini," kata Sigit.

Tak hanya itu, mantan Kabareskrim Polri ini menyempatkan berbincang dengan salah satu pekerja seni yakni penari. Kapolri Sigit pun menanyakan kondisi sektor kesenian dan kebudayaan yang berada di Komplek Candi Prambanan, DI Yogyakarta.

Para penari pun mengaku sangat terdampak dengan imbas pandemi Covid-19. Secara otomatis kegiatan pementasan tidak ada sama sekali lantaran tak adanya pengunjung. Dan sudah barang tentu dapur mereka tidak mengebul sama sekali alias tidak ada penghasilan sama sekali yang diharapkan dari setiap pementasan tari.

"Di Yogya juga sepi tidak ada pengunjung, Pak. Ini berpengaruh sekali karena Ramayana ini hadirnya pengunjung itu berpengaruh kepada pementasan yang ada di Ramayana Prambanan," ujar Septi Nur Azzaini menjawab pertanyaan Kapolri.

Penari lainnya, Anaswasta Hari Nugratama menambahkan bahwa kondisi pandemi yang mulai membaik hingga PPKM level 1 di daerah Yogyakarta membuka harapan pementasan tari kembali menggeliat.

"Sudah mulai normal walaupun seminggu sekali karena di sini penarinya banyak harus diganti-ganti agar tak terjadi kesenjangan sosial. Penonton sudah mulai masuk walaupun tidak banyak," ungkapnya.

Dengan kondisi pandemi yang mulai bisa dikendalikan, Kapolri berharap kegiatan seni dan budaya kembali normal. Namun, mantan Kapolda Banten ini menitipkan pesan kepada para pekerja seni untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) 5M saat pementasan berlangsung, yakni memakai masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun dan air mangalir, menjaga jarak aman dan tidak berkerumun serta mengurangi mobilitas jika tidak terlalu sangat penting.

Jenderal Sigit pun memberi semangat kepada para penari agar tetap semangat untuk tetap berlatih. Sebab menurutnya saat ini susah sekali untuk mencari penari muda yang siap melestarikan seni dan budaya bangsanya.

"Mudah-mudahan semua kembali normal. Semoga Tuhan melindungi kita semua dan titip pesan Prokesnya tetap diperkuat agar angka Covid-19 bisa ditekan secara drastis ya," ucap Kapolri.

Adapun sasaran penerima bantuan sosial yakni sebanyak 700 paket seniman Ramayana Balet berupa sembako mulai dari beras, minyak goreng, mie instan, gula, susu hingga teh.

Sementara itu, dalam sambutan di depan anggota Polri dan Bhayangkari di Yogyakarta, Kapolri Jenderal Sigit mengungkapkan peran penting keluarga dalam pelaksanaan tugas dari seorang anggota Polri.

Menurut Listyo, sosok keluarga khususnya istri melalui segala bentuk perhatian sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan tugas anggota Polri di lapangan.

“Dibalik seorang suami yang hebat pasti ada istri luar biasa yang selalu menyayangi dan memberikan dukungan kepada si suami. Keren ya bu ya keren ya. Jadi ini tolong diperhatikan para suami,” kata Listyo dalam sambutannya yang diunggah di akun Instagram @kepalakepolisian_ri, Sabtu 20 November 21, saat itu.

“Jadi kalau saya mendapatkan informasi saya tidak disayang, saya tidak menyayang, ini sama Pak As SDM langsung dicatat Pak Kadiv Propam juga. Jadi bukannya kita takut sama Ibu-ibu bukan tapi kita sayang karena beliau-beliau selama ini mendoakan kita,” tambahnya.

Jenderal Polisi ini menyebutkan bahwa keharmonisan dalam menjalani kehidupan berumah tangga patut dipertahankan.

“Tapi saya yakin para suaminya menyayangi Ibu-ibunya sehingga kemudian selalu ingin menunjukkan bahwa rumah tangganya harmonis demikian juga Ibu-ibunya kalau ingin suaminya kemudian karirnya menjadi baik pasti juga akan berusaha menunjukkan bahwa rumah tangganya harmonis demikian juga Ibu-ibunya kalau ingin suaminya kemudian karirnya menjadi baik pasti juga akan berusaha menunjukkan bahwa ‘Pak keluarga saya harmonis’, setuju ya,” tuturnya.

Terakhir, Sigit mengatakan jika pembinaan karir yang ada di insitusinya juga merujuk terhadap kondisi internal keluarga.

“Alat ukur yang saya gunakan untuk mendorong dan memberikan reward terhadap karir polisi salah satunya adalah saya melihat harmonis atau tidak keluarga tersebut,” tandasnya. ***

Editor : Pudja Rukmana