logo

Buruh Jawa Timur Demo Tuntut Evaluasi Ulang Kenaikan UMP 2022

  Buruh Jawa Timur Demo Tuntut Evaluasi Ulang Kenaikan UMP 2022

Foto: Istimewa
22 November 2021 20:34 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - SURABAYA: Ribuan massa buruh Jawa Timur menggelar aksi unjuk rasa  mengecam Keputusan Gubernur Jatim tentang kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2022. Mereka mendesak Gubernur Jatim Khofifah Indar Paranwansa untuk meninjau ulang kenaikan UMP 2022 yang dinilai tidak manusiawi.

Juru Bicara FSPMI Jatim, Nuruddin Hidayat, menyesalkan kebijakan kenaikan UMP 2022 Jatim yang hanya Rp22.790. Kenaikan yang hanya 1,2 persen itu masih di bawah inflasi Jatim yang sebesar 1,92 persen. "Artinya upah buruh tergerus inflasi yang mengakibatkan daya beli buruh menurun," ujarnya, dalam aksi yang digelar di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (22/11/2021).

Massa buruh dalam orasinya mengingatkan bahwa para buruh juga rakyat yang berhak hidup sejahtera. Kenaikan upah yang tidak lebih dari Rp700 sehari itu mereka rasa sangat tidak manusiawi.

Sempat terjadi ketegangan antara pengunjukrasa pendemo dan anggota Sabhara Polrestabes Surabaya. Tapi berhasil diredam oleh kedua belah pihak.

Menurut Nurudin, pihaknya meminta kenaikan UMP sebesar 13 persen karena berdasarkan perhitungan BPS, angkat tersebut adalah batas atas kenaikan upah. “Kita melihat pertumbuhan ekonomi sebesar 7,1 persen, dan prediksi pertumbuhan ekonomi pada tahun depan sebesar 5 persen,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemprov Jatim menggelar rapat bersama Dewan Pengupahan di Gedung Grahadi untuk menetapkan UMP 2022. Berdasarkan surat keputusan (SK) Gubernur Nomor 188/783/KPTS/013/2021, UMP 2022 di Jatim naik 1,22 persen. Besaran UMP Jatim itu naik Rp22.790 dari UMP 2021 Rp 1.868.777.

Aksi buruh itu juga diwarnai dengan penyerahan hasil saweran para buruh sebesar Rp700 per orang untuk Gubernur Jatim. Uang hasil pengumpulan dari para buruh di dalam kotak merah putih bertuliskan “Rezim Upah Murah” itu diserahkan Gubernur melalui kepada M Hadi Wawan Guntoro, selaku Kepala Satpol PP Jatim.

Usai menyerahkan kotak berisi uang saweran sebagai simbol penolakan terhadap UMP, para buruh membubarkan diri. Mereka berencana akan menggelar aksi yang lebih besar lagi, kalau tuntutan itu tidak direspon. ***

Editor : Pudja Rukmana