logo

Operasi Zebra: Amankan Diri, Amankan Orang Lain

Operasi Zebra: Amankan Diri, Amankan Orang Lain

16 November 2021 03:33 WIB

SuaraKarya.id -  

Oleh: Gungde Ariwangsa SH

Operasi Zebra kembali mengintai para pengemudi mobil dan motor. Untuk daerah Jakarta, Polda Metro Jaya akan menggelar Operasi Zebra Jaya 2021 mulai 15 – 24 November di beberapa ruas jalan Ibukota. Karena masih dalam situasi pandemi virus corona (Covid-19), Polisi dalam Oeprasi Zebra kali ini tidak melakukan razia namun mengedepankan penegakan hukum secara mobile dengan berpatroli ke jalan-jalan protokol.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan peniadaan razia di suatu lokasi tertentu wilayah Polda Metro Jaya itu untuk menghindari terjadinya kerumunan di tengah pandemi Covid-19. Operasi Zebra selama 14 hari itu  turut melibatkan sejumlah pihak seperti Satpol PP, TNI baik AD, AL maupun AU, dan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.

“Operasi Zebra karena masih dalam pandemi kami mengutamakan persuasif dan humanis pada masyarakat untuk meningkatkan protokol kesehatan kalaupun kalau ada pelanggaran kami lakukan penindakan,” kata Sambodo.

Dalam Operasi Zebra ini  beberapa jenis pelanggaran yang disasar polisi dengan penindakan tilang.

Pelanggaran yang pertama yakni terkait protokol kesehatan karena masih adanya kasus Covid-19 dan penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1.

Kemudian penggunaan sirine dan rotator yang tidak panda tempatnya.

Polisi juga bakal menindak kendaraan yang menggunakan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) tidak sesuai antara STNK dan nomor pelat.

Pelanggaran lain yang akan ditindak yakni terkait pembatasan kendaraan berdasarkan nomor pelat ganjil dan genap.

Kemudian pelanggar berpotensi menimbulkan kecelakaan lalin seperti melawan arus, batas kecepatan, melintas di jalur Transjakarta dan pelanggaran di bahu jalan.

Selain itu juga tidak memakai helm, pelanggaran stop line atau marka jalan, balap liar, tak menggunakan sabuk pengaman, menggunakan handphone dan kelebihan dimensi bagi kendaraan angkutan.

Terkait dengan penggunaan sirine dan rotator, Sambodo menegaskan, semua kendaraan pelat hitam tidak boleh menggunakan sirine dan rotator.  Sirine dan rotator hanya boleh digunakan untuk kendaraan dinas, itu pun sudah ditentukan warna (lampu) merah, biru, dan kuning.

Untuk kendaraan yang menggunakan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) tidak sesuai antara STNK dan nomor pelat, Polda Metro Jaya akan secara khusus menyasar mobil-mobil yang menggunakan plat nomor khusus seperti RFS, RFP, RFD dan QZ.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan plat nomor yang terpasang di kendaraan sesuai dengan yang tertera pada STNK kendaraan.

Peta Dan Denda

Ditlantas Polda Metro Jaya telah memetakan sejumlah ruas jalan di Ibu Kota yang menjadi lokasi operasi Zebra Jaya 2021.

Di Jakarta Selatan, operasi akan digelar di Jalan Fatmawati, Jalan Panglima Polim, dan Jalan TB Simatupang.

Di Jakarta Timur, ada di kawasan Kanal Banjir Timur (KBT), Jalan DI Panjaitan, dan Jalan Mayor Jenderal Sutoyo.

Di Jakarta Barat ada di Jalan S Parman, kawasan Roxy Grogol Petamburan, dan Jalan Daan Mogot.

Di Jakarta Pusat, operasi akan diutamakan di Jalan Gunung Sahari.

Soal besaran denda dan sanksi hukuman badan yang akan diterapkan saat terkena pelanggaran tilang berdasarkan  Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Nomor 22 Tahun 2009.

Denda tak main-main karena bila tidak mampu membayar bisa kena pidana kurungan.

Jenis pelanggaran melawan arus hingga pelanggaran menerabas marka jalan akan dikenai denda tilang Rp500.000.

Untuk pelanggar yang melawan arus, ada pilihan, didenda Rp500.000 ribu atau kurungan penjara selama dua bulan.

Begitupun pelanggaran marka jalan atau tidak berhenti di belakang stop line, ada denda Rp500.00 atau pidana dua bulan.

Jika tidak memakai helm standar SNI, siap-siap akan ditilang dan didenda Rp250.000.

Knalpot bising (tidak standar): – sanksi: kurungan paling lama satu bulan – denda paling banyak Rp 250.000

Kendaraan gunakan rotator tidak sesuai peruntukkan (khususnya pelat hitam) – sanksi: kurungan paling lama satu bulan – denda paling banyak Rp 250.000

Balap liar – sanksi: kurungan paling lama satu tahun – denda paling banyak Rp 3.000.000.

Amankan Diri, Amankan Orang Lain

Operasi Zebra merupakan sebutan dari kegiatan yang dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk melakukan pemeriksaan surat-surat mengemudi (SIM, STNK) dari para pemakai mobil dan motor dan menindak pelanggaran lalu lintas. Operasi tersebut mengambil nama dari Jalur/Perlintasan Zebra (Zebra Cross), salah satu fitur dari jalan raya.

Dalam pelaksanaan Operasi Zebra Jaya 2021 ini berbagai jenis pelanggaran bisa dikenai penindakan tilang.

Hukumannya tidaklah ringan. Apalagi bila sampai terkena hukuman pidana.

Untuk itu tentu perlu persiapan untuk menghadapi Operasi Zebra ini.

Persiapan pertama tentunya mengecek kelengkapan surat-surat, kelengkapan onderdil  kendaraan serta tidak memakai aksesori atau alat tambahan yang dilarang peraturan.

Setelah itu bila berada di jalan jangan sampai melanggar peraturan lalu lintas dan marka jalan.

Karena masih dalam situasi Covid-19, penerapan protokol kesehatan tetap dilaksanakan dengan ketat.

Tentunya ketaatan pada kelengkapan surat-surat, onderdil dan pemakaian aksesoari kendaraan serta ketataatan pada aturan lalu lintas bukan hanya dilaksanakan saat Operasi Zebra. Ketaatan itu harus menjadi kebiasaan baru para pemilik kendaraan bermotor dan pengguna jalan.

Pasalnya semua untuk keamanan, keselamatan diri sendiri serta orang lain. Keselamatan kita bersama. Mari jangan merugikan orang lain dengan pelanggaran yang Anda lakukan. ***

* Gungde Ariwangsa SH - wartawan surakarya.id, pemegang kartu UKW Utama, Ketua Siwo PWI Pusat

Editor : Gungde Ariwangsa SH