logo

Gibran Dukung Pembubaran Kegiatan Dengan Unsur Kekerasan

Gibran Dukung Pembubaran Kegiatan Dengan Unsur Kekerasan

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka
28 Oktober 2021 19:29 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO:  Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mendukung pembubaran kegiatan yang memiliki unsur kekerasan. Hal ini menanggapi desakan pembubaran kegiatan resimen mahasiswa (Menwa) di kampus.

Desakan tersebut muncul setelah salah satu mahasiswa UNS, Gilang Endi Saputra (21) meninggal dunia karena dugaan tindakan kekerasan saat mengikuti Diklatsar Menwa, Minggu (24/10/2021).

"Yang ada unsur kekerasan dibubarkan juga gak papa. Itu sekali lagi untuk kedisiplinan kita semua juga," ujar Gibran di Solo, Kamis (28/10/2021).

Tetapi pihaknya menyerahkan sepenuhnya soal pembekuan kegiatan Menwa kepada pihak kepolisian yang tengah mengusut kasus tersebut.

"Biar diurusi Kapolres dulu, tunggu hasil otopsi," katanya.

Gibran juga mengaku dirinya telah berkoordinasi dengan Rektor UNS Prof Jamal Wiwoho terkait hal tersebut. Dirinya menyayangkan kejadian tersebur dan berharap tidak akan terulang kembali.

"Jangan sampai terulang lagi. Pokoknya jangan sampai ada lagi kekerasan seperti itu," katanya lagi.

Sementara itu desakan dibubarkannya kegiatan Menwa juga disuarakan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Mereka menguarakan hal tersebut dalam aksi unjuk rasa di Kampus 1 UMS, Pabelan. 

Puluhan mahasiswa tersebut juga menuntut pembubaran Menwa di kampus tersebut. Sebab peristiwa serupa sebelumnya juga dialami mahasiswa UMS. Peristiwa di UMS tersebut terjadi pada April 2021 lalu.

"Mahasiswa yang ikut unjuk rasa geram dengan aksi senioritas Menwa UMS saat kegiatan diksar beberapa bulan lalu," kata Koordinator aksi, Ahmad Syaukhi Izul.

Akibat dari tindakan senior Menwa tersebut, salah satu mahasiswa Ilmu Hukum Fakultas Hukum UMS angkatan 2019, Nailah Khalishah, menjadi korban jiwa saat diksar tersebut.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa gabungan membentangkan spanduk bertuliskan ‘Bubarkan Menwa!’ di depan Fakultas Hukum UMS. Mereka kemudian berjalan menuju gedung sekretariat Menwa UMS dan melakukan orasi. 

Sebelumnya desakan pembubaran Menwa juga dilakukan mahasiswa UNS. Desakan tidak hanya dilakukan dengan menggelar aksi unjuk rasa, tetapi mahasiswa UNS juga menggalang petisi online melalui laman change.org. Petisi berjudul Bubarkan Resiman Mahasiswa atau Menwa UNS tersebut sampai saat ini sudah ditandatangani sekitar 15.000 orang. ***

Editor : Gungde Ariwangsa SH