logo

Penderitaan Warga Kampung Bugis Kota Sorong, Serius

Penderitaan Warga Kampung Bugis Kota Sorong, Serius

Ketika Hujan Kampung Bugis Kota Sorong Terendam Banjir Lumpur Galian C
26 Oktober 2021 18:52 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - SORONG: Banjir dampak galian C di   RT 02/ RW 02  Kelurahan  Matalamagi Distrik Sorong Utara kota Sorong, Papua Barat membuat warga  di kampung  ini benar-benar  menderita. Bahkan serius.

Menurut Ketua RT 02/ RW 02 Kelurahan  Matalamagi, Haji Jabbar, semua orang tahu bahwa banjir  di kampung Bugis ini dampak dari usaha galian  C yang baru beberapa bulan  terakhir  ini  dihentikan kegiatannya.

Nah, meskipun kegiatan galian C,  itu untuk sementara dimoratorium. Tapi,  dampaknya masih terus berlangsung ketika hujan deras.

“ Karena begitu hujan deras   material  atau  limbah terdiri dari lumpur  bekas galian C  ini  terbawa banjir,   masuk  ke rumah-rumah warga  di kawasan kampung Bugis ini,” kata Haji Jabbar.

Menjawab pertanyaan wartawan, ia, mengungkapkan, bahwa selama  terjadi banjir lumpur di  kampung Bugis, tak pernah  dikunjungi satu pun pejabat berwenang di kota Sorong.

Padahal, lanjutnya  kalau  Pemerintah Kota Sorong ingin  membantu penderitaan masyarakat kampung Bugis. Maka, sungai Mamberamo di pinggir   kampung ini  ditalud saja. Pasti aman, karena  dengan ditalud sungai  tidak meluap membawa lumpur ke kawasan kampung Bugis itu lagi.

Menjawab  pertanyaan wartawan, Haji Jabbar, mengaku  masyarakat kawasan ini ingin menuntut ganti rugi. Akibat,  barang berharga mereka seperti rumah dan isinya yang rusak akibat banjir ini.

Menurut Haji Jabbar, banyak orang sering datang  tanya-tanya.  Bahkan,  foto-foto baik ketika banjir maupun  surut.

“Namun tak ada  bantuan  yang diberikan untuk mengurangi penderitaan masyarakat kampung Bugis ini,” kata Haji Jabbar.

Menurut Haji Jabbar, warga kampung Bugis,  ini dihuni oleh beragam suku bangsa. Mulai dari suku Bugis, Makassar, Papua, Ambon, Batak,  Jawa  dan sebagainya.

“Karena itu mohon bantuan pemerintah untuk memperbaiki alur sungai Membaro kota Sorong. Dengan menalud  bantaran sungai kecil itu  maka  ketika banjir air tidak meluap lagi  ke  perkampungan Bugis padat penduduk itu,” kata Haji Jabbar. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto