logo

BSI Berkomitmen Kembangkan UMKM Di Kampung Batik Kauman

BSI Berkomitmen Kembangkan UMKM Di Kampung Batik Kauman

Area Manager BSI Solo, Hari Nopa Kurniawan bersana Ketua Paguyuban Kampung Wisata Batik Kauman, Gunawan Setiawan saat pelatihan digitalisasi marketing untuk UMKM
13 Oktober 2021 23:32 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO : Bank Syariah Indonesia (BSI) berkomitmen mengembangkan sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kampung Wisata Batik Kauman, Solo, Jawa Tengah. Komitmen tersebut salah satunya dalam bentuk sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) syariah dan digitalisasi marketing kepada pelaku UMKM di Kampung Batik Kauman Solo, Jawa Tengah, Rabu (13/10/2021).

"Di Kampung Batik Kauman ini juga menjadi salah satu fokus kita juga untuk pengembangan UMKM. Seperti kita ketahui Kauman memiliki sejarah juga yang unik dari zaman Kasunanan," jelas Area Manager BSI Solo, Hari Nopa Kurniawan.

Menurut Hari, di Kauman juga memiliki UMKM yang memiliki ciri khas sehingga jika dikembangkan bisa menjadi potensi di Kota Solo. Melalui sosialisasi KUR dan digital marketing tersebut pihaknya berhadap UMKM di Kampung Batik Kauman Solo bisa naik kelas.

"Di kondisi saat ini selain UMKM harus bisa survive juga harus bisa berkembang. Sehingga nantinya bukan hanya menjadi kekuatan UMKM tetapi juga menjadi ikon Kota Solo," jelasnya lagi.

Bentuk-bentuk pemberdayaan UMKM lainnya juga akan disuport BSI. Salah satunya melalui digital marketing, dimana di era digital seperti saat ini Kampung Batik Kauman juga menjadi salah satu sasaran untuk pengembangan transaksi digital.

"Agar lebih maju dan bisa mengikuti perkembangan zaman. Jadi bagaimana kita mengembangkan QRIS di sini dan dengan model lainnya," katanya.

Ketua Paguyuban Kampung Wisata Batik Kauman, Gunawan Setiawan mengatakan pihaknya mengaku sangat terbantu dengan program dari BSI tersebut.

"Kami sangat senang, karena ini juga baru permulaan dan nanti akan ada program pembinaan. Harapannya UMKM bisa bangkit, tumbuh , berkembang dan bisa naik kelas," kata Gunawan.

Menurut Gunawan, pendampingan digital marketing juga sangat dibutuhkan bagi UMKM di Kampung Batik Kauman. Sebab selama ini marketing secara digital baru dilakukan secara terbatas kepada pelanggan yang dikenal.

Sementara itu Ketua Koperasi Sarikat Dagang Kauman, Muhammad Yuli mengatakan pelaku UMKM di Kampung Batik Kauman sangat antusias mengikuti pelatihan yang dilakukan BSI.

"Sebenarnya yang diundang 25 UMKM tetapi kemudian yang datang mencapai 35 UMKM. Ini mengindikasikan bahwa teman-teman sangat berharap pemberdayaan awal ini jadi acara yang berkelanjutan," ucapnya.

Pihaknya juga berharap pelatihan ini menjadi titik awal pengembangan UMKM sehingga menjadi kuat dan roda ekonomi akan bangkit. ***

Editor : Gungde Ariwangsa SH