logo

Boleh Ngutang, Bayar Pajak Kendaraan Di Grobogan Dicicil Tiga Bulan

Boleh Ngutang, Bayar Pajak Kendaraan Di Grobogan Dicicil Tiga Bulan

Bayar pajak motor bisa ngutang di BUMDES Bandungharjo. (Istimewa)
13 Oktober 2021 15:16 WIB
Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - GROBOGAN: Sebuah kebijakan yang meringankan beban masyarakat kecil dilakukan sebuah BUMDes di Kabupaten Grobogan. Dimana masyarakat yang belum punya uang untuk membayar pajak kendaraan bermotornya bisa ngutang dulu.

Kebijakan unik dan menarik itu, ditemukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat kunjungan kerja ke Kabupaten Grobogan, Rabu (13/10/2021). Di Desa Bandungharjo misalnya, ia menjumpai adanya sistem pembayaran pajak kendaraan yang tidak seperti pada umumnya.

Disebut tidak lazim, karena masyarakat yang biasanya harus datang ke kantor Samsat kini bisa bayar di kantor desa. Hebatnya lagi, warga tidak perlu bayar lunas pajak kendaraannya, jika uangnya belum cukup. Sebab, ada dana talangan dari BUMDes setempat yang bisa diandalkan. Jadi bayar pajak tak perlu lunas, bisa ngutang dan dicicil selama tiga bulan.

Saat Gubernur datang, kebetulan ada salah satu warga yang sedang melakukan pembayaran pajak. Ganjar yang penasaran kemudian bertanya, apakah benar ia bisa menyicil pembayaran pajaknya.

"Lagi apa mas? Perpanjangan STNK? Lha dipanjangkan kenapa? Kalau panjang malah susah dilipat lho," canda Ganjar. Warga itu mengatakan memang datang untuk membayar pajak. Selain lebih dekat, pembayaran pajaknya bisa dicicil.

"Disini dekat pak, selain itu bisa dicicil. Ini saya pajaknya habis Rp1,5 juta, saya bayar Rp1 juta dulu, sisanya dicicil," katanya sambil mengeluarkan uang ratusan sepuluh lembar.

Ganjar pun mengapresiasi program tersebut. Menurutnya, program yang dikembangkan BUMDes Cindelaras Bandungharjo itu sangat menarik dan inspiratif.

"Ini ada yang menarik. Di Desa Bandungharjo Kecamatan Toroh ada BUMDes kreatif. Dia melayani pembayaran pajak kendaraan bermotor masyarakatnya dengan cara tak biasa. Menalangi dulu, kalau ada warga yang belum punya uang dan sudah jatuh tempo pembayaran pajaknya. Bisa dicicil selama tiga bulan," kata Ganjar.

Selain membantu masyarakat mendekatkan pelayanan pembayaran pajak, sistem dana talangan juga menurutnya sangat kreatif. Hal ini membuat masyarakat tertib bayar pajak karena ada kemudahan.

"Ini membantu penarikan pajak juga, negara terbantu. Tinggal kita dorong nanti lebih canggih lagi karena ini ada yang masih manual. Dan yang seperti ini di Grobogan sudah ada di 8 kecamatan berbeda," ucapnya.

Ketua BUMDes Cindelaras, Yanto mengatakan, program pembayaran pajak kendaraan bermotor di desanya itu sudah dilakukan sejak 2019. Program itu sangat diminati masyarakat karena program dana talangan.

"Jadi masyarakat yang belum punya uang untuk melunasi pajak, kita bantu. Umpama habisnya Rp400 ribu, baru punya Rp200 ribu, nanti kekurangannya ditalangi BUMDes," terangnya.

Dana talangan itu, bisa dicicil dalam kurun waktu tiga bulan. Bunga yang dikenakan sangat ringan, yakni hanya 3 persen saja. "Masyarakat antusias sekali, karena selain malas kalau mau bayar pajak jauh, mereka juga terbantu karena pendapatan mereka sebagai petani tidak menentu. Ada yang panen biasanya tiga atau enam bulan sekali, jadi kekurangannya bisa ditalangi," pungkasnya.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH