logo

Lalai Jalankan Prokes, Kartika Dan Suami Harus Isolasi Di RS

Lalai Jalankan Prokes, Kartika Dan Suami Harus Isolasi Di RS

29 September 2021 15:42 WIB

SuaraKarya.id - JAKARTA: Ada gurat kesedihan ketika Kartika menceritakan awal dirinya dan suami terkena Covid-19. Sejak awal pandemi terjadi, Kartika yang tengah menjalani usia senja, hijrah ke kota kecil di Sumatera Barat, yaitu Painan. Hijrahnya Kartika selain ingin dekat dengan anak-anak yang semuanya telah menetap di Kota Padang dan Painan, juga karena ingin menghabiskan masa tuanya di tanah kelahirannya itu.

Tingginya kasus Covid-19 di Jakarta, juga menjadi alasan bagi Kartika untuk hijrah ke Painan. Namun, siapa kira, walau telah menjauh dari Jakarta, Kartika dan suami juga terkena Covid-19. Wajar bila Kartika takut terkena Covid-19, pasalnya Kartika memiliki riwayat asma yang lumayan parah. Namun, diakuinya sejak Dia menetap di Painan, asma hampir tidak pernah kumat lagi. Ini karena, letak rumah Kartika di Painan dekat dengan pantai, sehingga membantu kesembuhan penyakit asmanya.

Kartika sangat peduli akan Covid-19. Sehari-hari Kartika senantiasa menjalankan protokol kesehatan (prokes) Covid19. Kartika dan suami selalu menggunakan masker. Terlebih saat kejadian Kartika terkena Covid19, kasus Covid-19 di Painan tengah mengalami peningkatan. "Kesadaran masyarakat disini akan bahaya Covid belum bagus. Masih banyak ditemui masyarakat yang tidak menggunakan masker dan bahkan masih seringkali terjadi kerumunan atau acara-acara pernikahan. Mungkin inilah yang menjadikan kasus covid di Painan mengalami lonjakan," katanya.

Setiap hari libur, Kartika dan suami selalu dikunjungi anak, mantu dan cucu-cucunya. "Ada kebahagiaan saat anak-anak berkumpul dan mendatangi kami," kata Kartika terlihat senyum bahagia nya.

Karenanya, suatu ketika Kartika dan anak-anak lalai. Saat mereka berkumpul, mereka melepas masker. Kunjungan anak dan mantu ini, bukan kali pertama. Mereka sering berkumpul dan saling berkunjung. Sambil makan bersama dan bercerita, mereka tidak menggunakan masker. "Kami lalai karena sebelum-sebelumnya kami seringkali juga berkumpul," kata Kartika mengakui.

Padahal, 2 dari anak Kartika adalah tim medis atau dokter. Tentunya resiko mereka sangat tinggi karena keseharian mereka bergelut di rumah sakit. Sehingga, ketika salah satu mantu Kartika yang seorang dokter memberi kabar bahwa Dia positif Covid, lemas lah sekujur tubuh Kartika. Pasalnya setiap mereka datang atau pulang berkunjung, anak dan mantunya selalu mencium pipinya. Namun, Kartika mencoba membuang jauh-jauh rasa kekhawatirannya. Keesokan harinya, suami Kartika merasakan demam. Dengan beristirahat, Kartika meyakini, esok hari, suaminya akan baik atau pulih kembali. Namun, ke esokan harinya suami mengeluh badannya semakin tidak nyaman dan muncul batuk-batuk. Anak-anak Kartika menyuruh agar suaminya segera cek ke dokter untuk lakukan tes PCR. Akhirnya, Kartika membawa suami ke rumah sakit. Dan benar saja, hasil PCR suami dinyatakan positif Covid-19 dan Kartika pun melakukan PCR dan dinyatakan positif pula.

Akhirnya, Kartika dan suami harus melakukan isolasi di rumah sakit. Namun, anak-anak Kartika menyuruh Kartika dan suami untuk di rawat di RS Padang yang memiliki fasilitas lengkap. "Alhamdulillah selama di rawat, penyakit covid saya dan suami tidak terlalu berat. Kami diletakkan dalam satu kamar yang sama. Asma saya pun tidak parah, ini karena dokter juga memberikan penanganan pada asma saya. Setelah dirawat 10 hari di RS, kami pun dinyatakan negatif, sehingga bisa pulang ke rumah," kata Kartika.

Karenanya, Kartika bersama dengan anak-anak, kini lebih ketat lagi menjalankan prokes Covid-19. "Kini kalau kami berkumpul, kami melakukan makan bersama dan ngobrol di taman belakang rumah, di udara terbuka. Tidak lagi di dalam rumah seperti sebelumnya. Mari kita jalankan prokes dengan baik, agar kasus covid19 terus melandai dan kini saya beserta suami juga sudah melakukan vaksin," kata Kartika tersenyum mengakhiri perbincangan lewat video call. ***

Editor : Pudja Rukmana