logo

Penyidik KPK Periksa Anies Baswedan & Prasetyo Edi Marsudi

Penyidik KPK Periksa Anies Baswedan & Prasetyo Edi Marsudi

Gubernur DKI Anies Baswedan
21 September 2021 12:29 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (21/9/2021). Prasetyo terlebih dulu tiba yang kemudian disusul Anies.

Menurut Plt Jubir KPK Ali Fikri, keduanya bakal diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan mantan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pembangunan Sarana Jaya, Yoory C Pinontoan (YRC). "Mereka sebagai saksi. Tim penyidik mengagendakan pemanggilan saksi-saksi untuk tersangka YRC dkk, di antaranya yaitu Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta) dan Prasetyo Edi Marsudi (Ketua DPRD DKI Jakarta)," tutur Ali Fikri, Selasa (21/9/2021).

Anies datang ke KPK dengan menggunakan baju dinasnya. "Saya memenuhi undangan untuk memberikan keterangan sebagai warga negara yang ingin ikut serta di dalam memastikan tata kelola pemerintahan berjalan dengan baik, maka saya datang memenuhi panggilan KPK ini," ujar Anies di Gedung KPK Jakarta, Selasa (21/9/2021).

Dia berharap keterangannya nanti dapat membantu menyelesaikan perkara terkait kasus korupsi pengadaan tanah di Munjul, Pondok Rangon, Cipayung, Kota Jakarta Timur Provinsi DKI Jakarta tahun 2019. “Harapan keterangan yang saya berikan akan bisa membantu tugas KPK di dalam menuntaskan persoalan korupsi yang sedang diproses. Jadi saya akan menyampaikan semua yang dibutuhkan, semoga itu bermanfaat bagi penyidik KPK," kata Anies.

Ali Fikri menjelaskan pemanggilan Anies dan Prasetyo untuk dimintai keterangannya dalam proses penyidikan perkara korupsi pengadaan tanah di Munjul. "Pemanggilan seseorang sebagai saksi, tentu atas dasar kebutuhan penyidikan. Sehingga dari keterangan para saksi perbuatan para tersangka menjadi lebih jelas dan terang," tuturnya.

Sebelumnya Wagub DKI Ahmad Riza Patria menegaskan, Anies dan Prasetio adalah figur yang taat hukum dan mengikuti proses hukum. “Mereka adalah pimpinan yang patuh dan taat hukum,” ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (20/9/2021).

Riza juga mengatakan, rekam jejak keduanya menunjukkan hal tersebut. Prasetio, katanya, juga pernah menghadiri pemeriksaan KPK terkait kasus ini dan Anies juga pernah diperiksa oleh Polda Metro Jaya kasus kerumunan yang melibatkan Rizieq Shihab. “Kami taat pada proses hukum apa pun, akan memberikan klarifikasi jika memang diperlukan,” tandas Riza.

Terkait kasus dugaan korupsi tanah di Munjul, KPK telah menetapkan lima orang dan korporasi sebagai tersangka, yaitu mantan Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles; Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene; Direktur PT Adonara Propertindo Tommy Adrian; dan Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur (ABAM) Rudy Hartono Iskandar; serta PT Adonara Propertindo sebagai tersangka korporasi. ***

Editor : Pudja Rukmana