logo

Hakim Ungkap Enam Kasus Tipikor Diurus Azis Syamsuddin

Hakim Ungkap Enam Kasus Tipikor Diurus Azis Syamsuddin

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin
21 September 2021 12:26 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Majelis hakim Pengadilan Tipikor Medan membeberkan sedikitnya enam perkara tindak pidana korupsi diurus Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin. Hal itu merupakan fakta hukum yang disampaikan majelis hakim saat pembacaan vonis terhadap terdakwa bekas Walikota Tanjungbalai M Syahrial di Pengadilan Tipikor) pada Pengadilan Negeri Medan.

Ketua Majelis Hakim, Asad Rahim Lubis membeberkan pada akhir Oktober 2020, M Syahrial datang ke rumah dinas Azis Syamsuddin untuk membicarakan keikutsertaan Syahrial pada Pilkada Kota Tanjungbalai periode 2021-2026. Dalam kesempatan itu, Azis menyampaikan kepada Syahrial akan mengenalkan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dengan mengatakan "bro, mau gue kenalin, tapi jangan cerita-cerita mengenai proyek bro. Siapa tau bisa bantu-bantu untuk Pilkada bro".

Berikutnya Robin yang diantar saksi Dedy Yulianto selaku ajudan Azis Syamsuddin ke pendopo rumah Azis untuk bertemu dengan Azis dan M Syahrial sekaligus memperkenalkan Robin dengan Syahrial.

Saksi Stepanus Robin Pattuju memperkenalkan diri sebagai penyidik KPK dengan menunjukkan id card pegawai KPK miliknya kepada terdakwa M Syahrial yang disusul. saling bertukar nomor handphone.

Syahrial kemudian meminta bantuan Robin untuk memantau proses penyelidikan dugaan Tipikor jual beli jabatan di Pemerintah Kota Tanjungbalai yang sedang ditangani KPK agar tidak naik ke tahap penyidikan dengan mengatakan “Saya dari Tanjungbalai Pak, tolong bantu-bantu pantau-pantau Tanjungbalai Pak..karena saya mau Pilkada”.

Untuk meyakinkan M Syahrial, Robin mengaku sering datang ke rumah Azis dan pernah menangani dan atau mengamankan kasus-kasus lainnya, seperti Kasus Cimahi, Lampung Tengah, Luwu, Langkat provinsi Sumatera Utara, Lapas Sukamiskin dan Kasus Rita.

"Saksi Stepanus juga menyampaikan telah meminta sejumlah uang terkait kasus yang ada hubungannya dengan saksi M Azis Syamsuddin dengan mengatakan 'Pak Ketum aja kemarin hanya dikasih waktu 2 minggu bro', kemudian terdakwa menyampaikan meminta waktu untuk mempersiapkan permintaan uang tersebut dengan mengatakan 'Ampun2 saya Bang?'," ungkap Asad di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (20/9/2021), sebagaimana dikutip Antara.

Terkait perbuatan M Syahrial sendiri, majelis hakim di Pengadilan Tipikor Medan menyatakan M Syahrial terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan alternatif kedua penuntut umum. Oleh karenanya majelis hakim menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama dua tahun dan denda sebesar Rp 100 juta subsider empat bulan kurungan.

Hal yang memberatkan terdakwa M Syahrial perbuatannya bertentangan dengan kebijakan pemerintah yang sedang giat memberantas Tipikor dalam terwujudnya pemerintahan yang bersih dari KKN. Majelis hakim juga menolak permohonan Justice Collaborator (JC) yang diajukan oleh terdakwa M Syahrial. Sedangkan hal yang meringankan bagi diri terdakwa M Syahrial bersikap sopan di persidangan, terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya, terdakwa bersikap kooperatif selama proses pemeriksaan di persidangan, dan terdakwa merupakan tulang punggung keluarga. ***

Editor : Pudja Rukmana