logo

Yahya Waloni Berkirim Surat Cabut Permohonan Praperadilan

Yahya Waloni Berkirim Surat Cabut Permohonan Praperadilan

tersangka Yahya Waloni
21 September 2021 12:23 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Tersangka Yahya Waloni untuk sementara mengurungkan niatnya menggugurkan statusnya sebagai tersangka melalui praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Hal itu diketahui saat hakim tunggal PN Jakarta Selatan Anry Widyo Laksono bukannya mendengarkan pembacaan permohonan praperadilan melainkan membacakan surat permohonan pencabutan praperadilan itu sendiri yang dibuat oleh Yahya Waloni di PN Jakarta Selatan, Senin (20/9/2021).

Sebelum membacakan permohonan pencabutan, Anry terlebih dulu meminta klarifikasi dari tim pengacara yang mengatasnamakan diri sebagai kuasa hukum Yahya Waloni. “Ada surat yang ditandatangani pemohon mencabut permohonan praperadilan. Hakim hanya memeriksa praperadilan, tidak sama sekali berhubungan antara prinsipal dengan kuasa hukumnya,” ujar Anry.

Pemohon praperadilan Yahya Waloni dalam surat tanggal 13 September 2021 memohon kepada Ketua PN Jakarta Selatan agar mencabut permohonan praperadilan No 85/Pid.Pra/2021/PN JKT.SEL. Dia selaku tersangka kasus penistaan agama menyatakan tidak mengetahui permohonan praperadilan tersebut yang sebelumnya didaftarkan kuasa hukumnya Abdullah Al Katiri.

 “Permohonan praperadilan tidak sepengetahuan saya. Saya baru tahu ada permohonan praperadilan dari keluarga, dan saya sangat keberatan atas permohonan praperadilan atas nama saya,” demikian Yahya Waloni.

Kendati demikian, hakim memberi waktu bagi penasihat hukum untuk menghubungi Yahya dan memastikan kebenaran surat pencabutan praperadilan tersebut. “Perlu legal standing atau kedudukan hukum dipenuhi,” tutur Anry.

Koordinator Tim Pengacara, Abdullah Al Katiri, keberatan dengan isi surat dan arahan dari hakim. Alasannya, Yahya Waloni hanya mencabut surat kuasa pendampingan, bukan surat kuasa permohonan praperadilan. ***

Editor : Pudja Rukmana