logo

Kejati DKI Jebloskan Tiga Tersangka Korupsi Ke Dalam Tahanan

Kejati DKI Jebloskan Tiga Tersangka Korupsi Ke Dalam Tahanan

tiga tersangka korupsi dijebloskan ke dalam tahanan
21 September 2021 12:21 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menjebloskan ke dalam tahanan tiga tersangka kasus penyalahgunaan keuangan pembayaran jasa perhotelan dari 60 Kementerian, Lembaga, Pemda DKI Jakarta pada Grand Cempaka Resort & Convention Hotel (unit usaha PT Jakarta Tourisindo  selaku BUMD Propinsi DKI Jakarta) Januari 2014 - Juni 2015. Mereka masing-masing Irfan Sudrajat, bekas Credit Manager, Riza Iskandar, eks General Manager, Suyanto, bekas Chief Accounting pada Grand Cempaka Resort & Convention Hotel Unit Usaha PT Jakarta Tourisindo BUMD Pemprov DKI Jakarta diduga kuat telah melakukan tindak pidana korupsi.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati DKI, Ashari Syam, mengungkapkan hal itu di Jakarta, Selasa (21/9/2021). Uang jasa pembayaran hotel yang seharusnya disetor ke BUMD Jakarta Tourisondo seluruhnya, sebagian tidak disetorkan ditilep dipergunakan untuk kepentingan pribadi para tersangka. “Dalam kasus itu, terjadi kerugian Keuangan Daerah sebesar Rp5.194.790.618,” ungkapnya.

Ashari Syam menyebutkan penahanan para tersangka berdasarkan  Nomor Prin-106/0.1/Fd.1/01/2018  tanggal 22 Januari 2018, Nomor : Print – 462/0.1.1/Fd.1/03/2018 tanggal 02 Maret 2018 dan Nomor : Print – 298/ M.1/Fd.1/01/2020 tanggal 31 Januari 2020 atas anam tersangka Irfan  Sudrajat. Sedangkan Nomor : PRIN-1600/M.1/Fd.1/07/2021 tanggal 28 Juli 2021 untuk atas nama tersangka Riza Iskandar. Berikutnya Nomor : PRIN-1601/M.1/Fd.1/07/2021 tanggal 28 Juli 2021  atas nama tersangka Suyanto.

Atas perbuatannya itu, para tersangka dipersalahkan melanggar pasal 2 ayat (1) , pasal 3 atau pasal 8  jo pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Selanjutnya kasus ini nantinya akan digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, tentu saja setelah berkas atau surat dakwaan dilimpahkan oleh penuntut umum (JPU). ***

Editor : Pudja Rukmana