logo

Anak Terdampak Covid-19, Mensos: Kalian Tidak Boleh Menyerah Dan Putus Asa!

Anak Terdampak Covid-19, Mensos: Kalian Tidak Boleh Menyerah Dan Putus Asa!

Mensos Tri Rismaharini (kanan) berdialog dengan anak terdampak Covid. (foto,ist)
20 September 2021 22:21 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - BANJARBARU: "Kalian tidak boleh menyerah dan putus asa," pesan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, pada anak-anak terdampak Covid-19, di Balai Budi Luhur Banjarbaru, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (20/9/2021).

Demikianlah, dalam setiap kunjungan ke daerah, Mensos senantiasa membuka sesi khusus untuk bertemu, menyapa, serta memberikan motivasi kepada anak-anak terdampak Covid-19. Yakni anak yatim, piatu, dan yatim piatu, dia meminta anak-ana itu tetap tegar dan tidak berputus asa.

Mereka adalah anak-anak yang harus berpisah dengan orangtuanya, karena ayah, ibu atau keduanya meninggal dunia karena serangan virus Covid-19. Mensos memberikan perhatian khusus, karena populasi mereka terus meningkat sebagai dampak dari serangan Covid-19.

Mensos mengetahui betapa sedih rasanya, terlebih ketika mereka ditinggalkan orangtuanya karena Covid-19. Namun, dia menekankan bahwa, kondisi yang mereka hadapi sebenarnya bentuk dari kasih sayang Tuhan kepada mereka.

“Kalian harus percaya, kalian semua yang ada disini. Kalian adalah anak-anak yang disayang Allah. Kalian harus bisa buktikan, kalian adalah anak-anak yang luar biasa," tutur Mensos.

Karenanya, dia minta mereka tetap tegar dan tidak boleh menyerah. “Kalian tidak boleh menyerah, kalian tidak boleh putus asa. Kalian tidak boleh minder, karena kalian tidak sendiri. Kalian anak-anak ibu,” kata Mensos.

Anak-anak terlihat antusias saat menyambut kedatangan Mensos. Apalagi, saat diajak berdialog, anak-anak terlihat gembira.

Pada kesempatan itu, Mensos juga menyerahkan bantuan senilai total Rp863.395.500 dengan rincian ATENSI anak yatim, piatu, dan yatim piatu sebesar Rp41.100.000, bantuan kewirausahaan Rp473.305.500, bantuan aksesibilitas Rp138.325.000, serta bantuan kebutuhan dasar Rp210.665.000.

Selain itu, Mensos juga meresmikan Sentra Kreasi ATENSI (SKA) ke-8 di Balai Budi Luhur Banjarbaru Kalimantan Selatan. Pemotongan pita dilakukan sebagai simbolisasi peresmian Sentra Kreasi ATENSI Budi Luhur. Usai pemotongan pita, Mensos mengunjungi tempat kuliner, mini mart, kafe, budidaya tanaman, sampai kerajinan tangan di SKA.

Di akhir kunjungannya, Mensos menitipkan pesan kepada para anak-anak BRSPDM di sebuah kanvas dengan kalimat “Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, semua mungkin asal kita mau. Jangan surut saat kegagalan datang, kekuatan kita ada di kemauan".

Hadir mendampingi Mensos, para pejabat eselon 1, staf khusus menteri, serta Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor dan jajarannya.

Seperti diketahui, Indonesia termasuk negara, banyak anak yang diasuh di panti asuhan (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak/Panti Sosial Asuhan Anak). Berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) diketahui ada 4.023.622 jiwa anak yang berusia di bawah 18 tahun, belum menikah, tercatat dalam kartu keluarga dan berstatus ayah/ibu/ayah dan ibu sudah meninggal serta tercatat di DTKS.

Data SIKS NG Mei 2021 yang menghimpun masukan data dari Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) sebanyak 6.244 LKS menunjukan terdapat sebanyak 191.696 anak yang berada dalam pengasuhan LKS Anak (Panti Asuhan/ Yayasan/ Balai). Dari jumlah tersebut sebanyak 8.882 anak berstatus yatim; 40.321 piatu serta 5.048 yatim piatu, sisanya sebanyak 137.445 masih memiliki orang tua lengkap. ***

Editor : Pudja Rukmana