logo

Bea Cukai Surakarta Ungkap Jaringan Pembuatan MMEA Dengan Pita Cukai Palsu

Bea Cukai Surakarta Ungkap Jaringan Pembuatan MMEA Dengan Pita Cukai Palsu

MMEA dengan pita cukai palsu yang berhasil diamankan petugas Bea Cukai Surakarta
14 September 2021 14:25 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Bea Cukai Surakarta bekerja sama dengan Kanwil Bea Cukai Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berhasil menangkap salah satu jaringan pembuatan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) atau miras yang dilekati pita cukai palsu.

Penindakan ini terjadi di Dukuh Puluhkadang, Mojolegi, Teras, Boyolali, Kamis (9/9/2021) lalu pukul 14.30 WIB. Barang bukti yang berhasil diamankan sejumlah 1.886 botol yang telah dikemas dan siap dijual secara eceran. Selain mengamankan barang bukti, petugas juga berhasil mengamankan pemilik barang berinisial Ma.

Menurut Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai, Hari Prijandono, Selasa (14/9/2021), penindakan ini berangkat dari informasi yang didapat dari masyarakat.

"Laporan dari masyarakat melaporkan adanya indikasi penjualan miras ilegal di daerahnya, Kemudian unit penindakan dari Kanwil Bea Cukai Jateng dan DIY bersama dengan Bea Cukai Surakarta melakukan pengumpulan informasi yang mendalam selama 2 minggu," jelas Hari Prijandono.

Dari laporan tersebut, petugas menindaklanjuti dengan memperdalam informasi. Tim penindakan menemukan titik lokasi yang merupakan sumber penjualan miras ilegal.

"Pada hari Kamis itulah, petugas Bea Cukai mendatangi sebuah bangunan berupa rumah indekos di daerah Boyolali, dan kemudian meminta izin pemilik untuk melakukan pemeriksaan barang di dalam mobil box dan juga di dalam sebuah bangunan, didampingi oleh Ketua RT selaku aparat setempat," paparnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan empat kamar yang dipergunakan oleh pemilik barang. Kamar pertama dipergunakan untuk kantor berisi kursi, meja, dan lemari display, kamar kedua dijadikan sebagai kamar tidur penjaga dan juga kulkas showcase minuman.

Kamar ketiga digunakan untuk menyimpan miras ilegal yang dilekati pita cukai palsu, sedangkan kamar keempat untuk menyimpan miras yang dilekati pita cukai asli.

"Petugas melakukan pencacahan secara singkat ditemukan 1.886 botol miras ilegal berbagai merk antara lain, Anggur Merah, Ice Land, Mansion Vodka, Mansion Whisky, Soju, dan juga Ciu," jelasnya lagi.

Selain itu, juga ditemukan nota-nota penjualan dan barang-barang lain yang mendukung penjualan miras ilegal. Kemudian setelah dilakukan penghitungan oleh petugas, miras ilegal tersebut dibawa ke Kantor Bea Cukai Surakarta guna dilakukan pengamanan.

Dari hasil pemeriksaan awal, diduga Ma merupakan pemilik miras ilegal yang selama ini sudah menimbun barang di gudang miliknya serta melakukan transaksi penjualan ke kafe dan karaoke di sekitar Boyolali.

"Saat ini Ma sedang dilakukan pemeriksaan sebagai saksi dan akan ditingkatkan ke proses penyidikan," katanya.

Kepala Kantor Bea Cukai Surakarta, Budi Santoso menambahkan, penindakan tersebut merupakan hasil sinergi dengan kanwil serta didukung oleh instansi penegak hukum terkait.

"Diharapkan dengan penindakan tersebut dapat menekan peredaran miras ilegal yang tidak hanya merugikan penerimaan negara dari sektor cukai tapi juga bisa membahayakan kesehatan masyarakat yang mengkonsumsinya," ujarnya.

Sementara itu terhadap hasil penindakan, total kerugian negara atas tidak dibayarkannya pungutan cukai ini mencapai Rp82.566.000. Barang hasil penindakan itu meliputi Anggur Merah sebanyak 436 , Ice Land sebanyak 118, Mansion Vodka sebanyak 359, Mansion Whisky sebanyak 254, Soju sebanyak 79 , Newport sebanyak 6 semuanya diduga merek palsu, serta Ciu sebanyak 634 botol. ***

Editor : Pudja Rukmana