logo

Piknik Karimunjawa, Jangan Lupa Kuliner Pong Blosok Bikin Ketagihan

Piknik Karimunjawa, Jangan Lupa Kuliner Pong Blosok Bikin Ketagihan

Rombongan Ganjar Pranowo tengah menikmati Pong Blosok. (Istimewa)
11 September 2021 10:19 WIB
Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - JEPARA: Kaum wisatawan yang gemar piknik ke Pulau Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jateng, tentu sudah tidak asing dengan kuliner di salah satu gugusan pulaunya, yakni Pulau Parang. Pulau ini patut disinggahi, lantaran disini ada menu kuliner aneh dan langka.

Hampir semua wisatawan dibuatnya penasaran. Termasuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang berkunjung kesana, Jumat (10/9/2021). Salah satu makanan khas asal Pulau Parang ini konon bikin ketagihan dan membuat kaum wisatawan selalu ingin datang lagi.

Saat melakukan pengecekan vaksinasi di Pulau Karang, Ganjar Pranowo tak luput dari suguhan makanan berwarna kuning dengan taburan kelapa muda di atasnya tersebut. Nama kuliner itu adalah Pong Blosok, makanan khas setempat.

Ganjar langsung terkejut, saat mengetahui bahwa Pong Blosok, ternyata dibuat dari singkong yang dibusukkan (bosok) terlebih dulu.

"Gaes, ini ada makanan khas Pulau Parang. Namanya Pong Blosok. Kok bisa enak begini, ini dari bahan apa dan cara membuatnya gimana?" tanya Ganjar kepada ibu-ibu di sana.

Seorang Perangkat Desa menjelaskan, bahwa Pong Blosok dibuat dari bahan baku singkong. Cara membuatnya adalah, singkong direndam sampai membusuk, kemudian diambil saripatinya untuk diolah.

"Kenapa disebut Pong Blosok? Ya karena dibuatnya dari singkong bosok, yakni singkong yang dibusukkan. Kemudian saripatinya diambil, dibersihkan dengan air terus menerus sampai jernih kemudian diolah," terangnya.

Ganjar pun kemudian membuat vlog dengan menu khas yang baru dijumpainya itu. Ia mengatakan, bahwa ada menu pangan lokal yang bagus dan menjadi makanan khas Pulau Parang yang dikenal dengan sebutan Pong Blosok.

"Ternyata ini bahannya singkong yang dibusukkan, kemudian diambil saripatinya diperas dan dicuci sampai bersih. Aku ora ngerti, apakah di dalamnya masih ada gizinya atau tidak," candanya.

Ganjar juga bertanya kenapa disebut Pong Blosok, padahal seharusnya Pong Bosok. Warga mengatakan, memang itu namanya sejak dulu kala. "Atau mungkin dulu yang ngomong anak kecil, jadi bukannya Bosok tapi Blosok. Mari kita coba," ucapnya.

Ganjar kemudian mengambil Pong Blosok itu di piring kecil dan mencicipinya. Raut wajahnya tersenyum usai memakan penganan itu. Istri Ganjar, Siti Atikoh, yang juga mendampingi ikut mencoba dan langsung mengacungkan jempolnya.

"Ini enak ya, rasanya gurih. Ada kelapanya. Bikin ketagihan. Tapi ini bisa bikin gemuk nggak kira-kira," tutur Atikoh.

Petinggi Pulau Parang, Muh Zaenal Arifin, mengatakan makanan itu tidak membuat gemuk. Meski begitu, Pong Blosok bisa mengenyangkan karena menjadi makanan pengganti nasi.

"Ini lebih enak lagi sama gresek (ikan asin) Pak. Ditambah sambal yang pedas," ucap Zaenal.

Ganjar pun langsung tertarik dan menanyakan kenapa hidangan yang ada di depannya tidak dilengkapi dengan gresek dan sambal.

"Lha ini mana greseknya, ndak ada lho. Sambelnya juga. Coba tuku, cari di depan itu ada ndak. Wah enak tenan iki. Ini bisa dikembangkan dan menjadi daya tarik wisatawan," ucapnya disambut tepuk tangan warga.

Salah satu Perangkat Desa Parang, Wakhidatun, menambahkan Pong Blosok merupakan makanan khas Desa Parang. Makanan itu menjadi makanan pengganti nasi yang biasa dimakan warga.

"Makanan ini juga pernah ikut lomba di tingkat provinsi dan nasional. Di tingkat provinsi juara satu, di tingkat nasional menjadi juara harapan," jelasnya.

Wakhidatun sangat senang dengan respon Gubernur Jateng, saat memakan Pong Blosok. Menurutnya, Ganjar menyukai makanan itu. "Katanya wuenak pol, kepingin nambah lagi. Cuma ya itu, tadi kurang greseknya, soalnya kelupaan," tandasnya.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto