logo

Promosikan Karya Musisi Lokal Jateng Melalui 'Lapak Ganjar Musik'

Promosikan Karya Musisi Lokal Jateng Melalui 'Lapak Ganjar Musik'

10 September 2021 09:39 WIB
Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - SEMARANG: Ganjar Pranowo memang Gubernur penuh inovasi. Setelah sukses mempromosikan produk para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lewat 'Lapak Ganjar', kini giliran karya musisi lokal Jateng diangkatnya lewat 'Lapak Ganjar Musik'.

Peluncuran Lapak Ganjar Musik ini, memang khusus sebagai wadah mempromosikan lagu-lagu ciptaan musisi Jawa Tengah. Berbeda dengan Lapak Ganjar untuk UMKM yang berlaku setiap hari Minggu, Lapak Ganjar Musik berjalan setiap hari.

Menurut Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, para musisi Jateng cukup membuat Instagram Story kemudian tag akun @ganjar_pranowo. Story terpilih akan direpost @ganjar_pranowo yang kini telah memiliki 3,8 juta pengikut.

Untuk dapat direpost, harus memenuhi beberapa syarat. Yakni lagu ciptaan sendiri atau kolaborasi beberapa musisi, dan bukan lagu cover. Kemudian harus mencantumkan asal daerah atau nama Kabupaten/Kota. peserta juga harus mencantumkan nama channel Youtube yang dimiliki.

Lapak Ganjar Musik sendiri terinsipirasi dari situasi pandemi yang membuat para pelaku seni tak bisa tampil di panggung seperti biasa. Akibatnya, penghasilan menurun drastis dan membuat perekonomian mereka ngedrop.

Mau tidak mau, para seniman terutama musisi harus beralih ke media digital untuk memasarkan karya-karyanya. Untuk musisi yang sudah punya nama, mungkin akan mudah melakukannya.

"Tapi musisi pendatang baru akan kesulitan karena subscriber dan followernya masih sedikit. Maka muncul ide Lapak Ganjar Musik sehingga bisa membantu karya teman-teman seniman lebih dikenal publik," kata Ganjar.

Begitu diluncurkan kali pertama Rabu (8/9/2021), Lapak Ganjar Musik langsung mendapat sambutan hangat dari para seniman Jawa Tengah. Sampai Kamis (9/9/2021) telah muncul 42 lagu ciptaan musisi Jateng yang dipromosikan.

"IG Story yang masuk sebenarnya sangat banyak, tapi banyak yang hanya screenshoot instagram atau hanya gambar saja, itu tidak menarik. Harusnya bikin video sederhana, ada backsound musik atau lagu ciptaannya. Ini sekaligus kita mengedukasi cara promosi yang baik," ungkap Ganjar.

Pihaknya berharap, lewat Lapak Ganjar Musik, publik akan mengenal karya para musisi Jateng. Channel Youtube para musisi juga diharapkan akan bertambah penontonya sehingga akan menghasilkan pendapatan bagi para musisi.

"Tadi saya lihat postingannya bagus-bagus banget, kalau ini bisa kita kumpulkan, kita albumkan harapan kita dari label-label bisa mendorong mereka lebih produktif, punya nilai ekonomis, cari duit halal, bagus," katanya.

Untuk bisa berhasil di zaman digital, menurut Ganjar, musisi lokal patut belajar dari kisah sukses Woro Widowati dan Yeni Inka. Keduanya terus berkarya meski pandemi melanda, dan sekarang mereka menuai hasilnya.

"Umpama kayak Yeni, Woro, kita tanya-tanya kemarin, di tengah pandemi hasilnya tetap bagus memanfaatkan dunia digital malah bisa naik," katanya. ***

Editor : Pudja Rukmana