logo

Covid-19, Pakai Masker Dan Isoman Harus Jadi Kebiasaan Baru

Covid-19, Pakai Masker Dan Isoman Harus Jadi Kebiasaan Baru

Foto: Istimewa
01 Agustus 2021 17:23 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - MOJOKERTO: Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berharap agar memakai masker dan isolasi mandiri (isoman)  menjadi kebiasaan baru masyarakat untuk hidup berdampingan dengan Covid-19. Penggunaan masker dan isolasi mandiri perlu dilakukan ketika masyarakat mulai merasakan kondisi kurang sehat seperti misalnya mengalami demam.

Panglima TNI hadir di Mojokerto untuk memantau proses Tracing Covid-19 fasilitas kesehatan Puskesmas Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Minggu (1/8/2021). Ikut dalam rombongan bersama panglima, Gubernur Jatim Khofifah Indah Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta, Danrem dan Forkopimda Pemkab Kabupaten dan Pemkot Mojokerto.

Menurut Panglima, penggunaan masker dan isoman harus menjadi kebiasaan baru karena kita masih hidup bersama dengan Covid. "Saat kondisi hangat, inisiatif isoman dan lapor bidan desa dan Puskesmas jika sedang isoman. Jadi inilah kebiasaan baru bagian untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19," ujarnya.

Pihaknya juga berharap, para Bhabinmas dan Bhabinkamtibmas bersama bidan desa dan kepala desa untuk melakukan sosialisasi kebiasaan baru tersebut. Terutama saat menjalankan tugas selama PPKM, yaitu 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak).

Dia juga mengingatkan agar prokes itu juga harus dilaksanakan saat pelaksanaan vaksinasi. "Kebiasaan baru ini harus disampaikan pada masyarakat. Jika itu sudah biasa, kita dapat memutus mata rantai Covid-19,' ujarnya.

Dalam kesempatan itu, dia mengaku puas melihat pelaksanaan Tracing melalui digital (Si Lacak) maupun Tracing lapangan di Puskesmas Gayaman Kabupaten Mojokerto ini. Karena pelatihan input data Si Lacak maupun aplikasi Inaris, yang sudah dilakukan beberapa hari lalu, sudah dikuasai.

Upaya yang dilakukan adalah tracing kontak erat dan membagi kegiatan mulai entry test, klasifikasi dan konfirmasi. Kalau ada OTG (orang tanpa gejala), akan dilakukan isoter (isolasi terpusat) selama 10 hari, kemudian dilaksanakan tes dan baru bebas. Sedangkan ODG (orang dengan gejala) ringan, akan dilakukan isolasi selama 14 hari dan baru boleh kembali ke masyarakat setelah dilakukan tes.

Sedangkan untuk tracing kontak erat, Panglima TNI meminta agar setelah diketahui datanya, untuk dilakukan karantina selama lima hari. Setelah menjalani karantina dan tes lagi, jika sudah dinyatakan negatif bisa kembali ke masyarakat. Panglima TNI meminta agar hal itu benar-benar dilaksanakan di masyarakat.

Sementara Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati menyebut, ada dua cara untuk menggunakan Tracer Silacak dan InarisK. Ketika ada temuan kasus, petugas dari Babinsa langsung melakukan input data terhadap masyarakat yang bersangkutan terpapar Covid-19, termasuk mereka yang sudah melakukan kontak erat.

Dia juga memastikan, petugas empat pilar di wilayah Kabupaten Mojokerto, TNI, Polri, kepala desa dan bidan desa sudah siap dan mengerti. "Mereka bekerja sama dalam pelacakan tersebut menggunakan elektronik dan manual," ujarnya.***

Editor : Markon Piliang