logo

Dengarlah Nakes Mulai Kelelahan, Mari Patuhlah

Dengarlah Nakes Mulai Kelelahan, Mari Patuhlah

Tim Kantor Staf Presiden mengatakan tenaga kesehatan di Pulau Jawa mulai mengeluhkan kelelahan dalam melakukan contact tracing atau pelacakan kontak pasien COVID-19
31 Juli 2021 23:45 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - JAKARTA: Tenaga kesehatan mulai mengalami kelelahan. Kondis yang menuntut masyarakat untuk lebih patuh dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan disamping kesadaran untuk mengikuti vaksinasi.

Tim Kantor Staf Presiden mengatakan tenaga kesehatan di Pulau Jawa mulai mengeluhkan kelelahan dalam melakukan contact tracing atau pelacakan kontak pasien COVID-19.

Tenaga Ahli Utama KSP Abraham Wirotomo menyampaikan, hal tersebut diketahui tim KSP setelah melakukan serangkaian verifikasi lapangan di empat provinsi di Pulau Jawa.

"Upaya menekan laju penularan virus bukan tanpa suatu hambatan, terutama bagi para nakes. Selain memantau disiplin protokol kesehatan di tingkat RT/RW, para nakes dari puskesmas menghadapi kesulitan dalam meyakinkan pasien atau pihak yang memiliki kontak erat dengan pasien agar melakukan tes COVID-19," kata Tenaga Ahli Utama KSP Abraham Wirotomo dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu.

Dia mengatakan masih banyak masyarakat yang menghindar untuk melakukan tes. Akibatnya, tenaga kesehatan dari puskesmas harus mendatangi warga dan membujuknya satu per satu.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, kata dia, jika terdapat satu orang pasien yang dinyatakan positif COVID-19, maka para nakes akan melakukan upaya contact tracing terhadap setidaknya 15 orang yang pernah melakukan kontak erat.

Sementara itu, sumber daya manusia di puskesmas sangat terbatas. Hal ini menjadi salah satu faktor terbesar yang menyebabkan para nakes mengalami kelelahan yang luar biasa.

Sehingga, kata dia, tidak jarang pihak puskesmas mengandalkan kerja sama dengan para relawan atau inisiatif dari warga RT/RW setempat.

“Pemberdayaan warga di lingkungan terdekat menjadi salah satu solusi untuk bisa memperkuat upaya tracing dan membantu para tenaga kesehatan yang mulai kelelahan. Semakin banyak sukarelawan, akan semakin bagus. Walaupun ini tetap membutuhkan pemantauan dari puskesmas setempat,” ujar Abraham.

Tracing, testing dan treatment adalah upaya yang terus diperkuat oleh pemerintah agar Indonesia bisa segera pulih dari pandemi.

Pemerintah juga menggencarkan program percepatan vaksin untuk membentuk kekebalan komunal di masyarakat.

Terkait vaksinasi, KSP menemukan beberapa sentra vaksin melaporkan persediaan vaksin yang mulai menipis.

“Soal stok vaksin ini, Presiden berulang kali menyampaikan untuk segera menghabiskan stok yang ada. Jangan ditahan-tahan. Pemerintah menjamin ketersediaan vaksin akan aman hingga akhir tahun. Memang datangnya bertahap,” lanjut Abraham.

Lebih jauh Abraham mengatakan Indonesia patut bersyukur saat ini angka positif COVID-19 terus menurun. Antrean pasien di pusat layanan kesehatan, menurutnya, juga tidak lagi banyak terlihat dan stok obat serta oksigen juga terpantau terkendali.

Berkontribusi Peningkatan Kasus

Sementara itu akademisi dari Universitas Indonesia dr Budiman Bela mengatakan tidak patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) berkontribusi pada peningkatan jumlah kesakitan dan kematian akibat COVID-19 di Indonesia.

"Kontak dekat tanpa masker di tempat-tempat umum seperti pasar, kafe, tempat kerja, dan tempat ibadah akan meningkatkan kemungkinan seseorang terinfeksi dan menjadi sumber penularan ke orang lain baik sebagai orang tanpa gejala maupun dengan gejala," kata Budiman saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Sabtu.

Budiman yang merupakan dosen dan peneliti Mikrobiologi Medis, Biologi Molekuler dan Imunologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menuturkan bila infeksi dari luar tersebut dibawa ke rumah dan keluarga, maka akan menularkan ke anggota keluarga.

Penularan kepada anak dan remaja yang ada di rumah juga dapat mengakibatkan penularan yang lebih cepat karena protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak) relatif sulit diterapkan pada kelompok itu.

Budiman mengatakan penting untuk menerapkan peraturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, khususnya implementasi 5M (memakai masker, mencuci tangan,  menjaga jarak, menghindar kerumuman dan mengurangi mobiltas) mendukung program vaksinasi, dan berpartisipasi dalam melaporkan hasil pemeriksaan antigen maupun PCR yang positif kepada RT/RW setempat.

Upaya-upaya itu bertujuan agar dapat dilakukan penelusuran penularan, isolasi, dan penanganan kesehatan orang yang tertular sesuai prosedur sedini mungkin untuk menurunkan penularan infeksi, angka kesakitan dan angka kematian akibat infeksi COVID-19.

5M mencakup memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi dan menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Budiman berharap masyarakat selektif dan kritis terhadap informasi yang beredar sehingga tidak ikut menyebarkan informasi salah atau hoaks kepada orang lain.

"Masyarakat selayaknya tidak bertindak sendiri serta menyebarkan hoaks yang tidak berdasarkan landasan ilmiah yang teruji," ujarnya. ***

Editor : Gungde Ariwangsa SH