logo

Progres SL Dan Rantai Nilai IPDMIP Di Bima Dibahas Pada Pertemuan Bulanan

Progres SL Dan Rantai Nilai IPDMIP Di Bima Dibahas Pada Pertemuan Bulanan

31 Juli 2021 19:41 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - BIMA: Agar pelaksanaan IPDMIP di Kabupaten Bima lebih maksimal,  dilaksanakan Pertemuan Bulanan Review Pelaksanaan Penyuluhan (Monthly Extension Review Meetings) Program IPDMIP Kabupaten Bima – NTB, 27 Juli 2021.

Kegiatan ini diikuti 30 peserta, terdiri dari Kepala BPP,  PPL, Staf Lapangan IPDMIP, Tim Rantai Nilai serta Konsultan Daerah IPDMIP Kabupaten Bima. Sedangkan Narasumber Kegiatan terdiri dari Unsur Distanbun, DPIU dan  Konsultan OGO IPDMIP NTB.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendukung kegiatan tersebut.   "Pelaksanaan IPDMIP harus optimal. Harus mendapat dukungan semua pihak. Karena, IPDMIP akan membantu petani meningkatkan produksi," tuturnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengutarakan hal serupa.

"Tujuan IPDMIP meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya di daerah irigasi. Peningkatan ini dilakukan IPDMIP dengan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan SDM pertanian, baik petani maupun penyuluh," ujarnya.

Kepala Seksi Pembinaan Kelembagaan dan SDM Penyuluhan Bidang Penyuluhan Distanbun Kabupaten Bima, Basri, saat menyampaikan laporan mengatakan, pertemuan kali ini merupakan pertemuan yang ke-4 dari 8 kali pertemuan yang direncanakan di tahun 2021. 

"Agenda utama yang dibahas pada pertemuan ini diantaranya adalah review pelaksanaan kegiatan SL Program IPDMIP dan kelanjutan proses kegiatan Pemetaan Awal dan Validasi Rantai Nilai," ujar Basri, yang juga Asisten Teknis IPDMIP.

Kepala BPP Kecamatan Palibelo, Ahmad Majid, mengatakan sejauh ini pelaksanaan SL, khususnya SL tentang sistim tanam jajar legowo pada komoditi padi, mendapat sambutan antusias dari para petani.

"Hal ini terlihat dari semangat petani untuk hadir dan mengikuti materi dan pengamatan lapangan pertemuan SL," katanya. 

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala BPP Kecamatan Wera, Lily Yuliati. Menurutnya, kegiatan SL padi diwilayahnya dimulai sejak tahun 2019 dan telah melibatkan sekitar 343 orang petani yang tersebar di 11 Poktan  pada 2 wilayah Desa Program IPDMIP. 

Selain mendapat sambutan antusias dari para petani, kegiatan SL juga telah berhasil meningkatkan produktivitas rata-rata komoditi padi diwilayahnya. 

“Alhamdulillah penerapan teknologi sistim tanam jajar legowo melalui kegiatan SL Program IPDMIP, telah berhasil meningkatkan produktifitas padi, dari rata-rata sekitar 5,8 ton/ha menjadi sekitar 7,5 ton/ha,” katanya.  

Sementara itu, salah seorang Tim Rantai Nilai Kabupaten Bima, Asmanto mengatakan, pada tahun 2021 ini, 8 Kecamatan lokasi IPDMIP selain melaksanakan kegiatan SL juga difasilitasi dengan kegiatan validasi rantai nilai.

Khusus untuk komoditi padi dan bawang merah sebagai representasi komoditi pertanian bernilai ekonomi tinggi di Kabupaten Bima," katanya. 

Menurutnya, berdasarkan hasil survey ditingkat lapangan dan hasil workshop validasi rantai nilai di 8 BPP, maka salah satu permasalahan utama dalam rantai pemasaran produk pertanian adalah rendahnya posisi tawar petani yang antara lain  disebabkan oleh kwalitas produk petani yang belum memenuhi standar permintaan pasar. 

“Kegiatan SL melalui Program IPDMIP merupakan salah satu langkah strategis, selain dalam rangka meningkatkan produksi juga sebagai upaya memperbaiki kwalitas produk petani yang pada akhirnya berdampak kepada perbaikan posisi tawar dan nilai tambah bagi mereka,” tuturnya. 

Konsultan OGO NTB, Syamsul Badri, mengatakan bahwa secara umum progres pelaksanaan kegiatan Program IPDMIP di Kabupaten Bima telah berjalan sesuai arah dan tujuan Program, baik dari aspek teknis maupun  keuangan. 

Khusus dari sisi keuangan, sejak tahun 2018 sampai dengan Juli 2021 Program IPDMIP Kabupaten Bima telah mencapai 45,14 % dari nilai NPHD. 

Untuk itu, pihak DPIU IPDMIP Kabupaten Bima perlu terus memacu kegiatannya sehingga diharapkan pada akhir pelaksanaan Program, capaian keuangan tersebut memenuhi target yang ditetapkan didalam NPHD. 

Syamsul Badri melanjutkan, forum Pertemuan Bulanan Penyuluh ini adalah salah satu langkah strategis dalam rangka mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi terkait dengan upaya pencapaian target kegiatan Program IPDMIP. 

“Saya optimis bahwa dengan semangat kerjasama dan kekompakan tim disemua level seperti pada forum pertemuan bulanan penyuluh ini, IPDMIP Kabupaten Bima akan mampu meraih target yang ditetapkan,” tuturnya.

Pertemuan diakhiri dengan kesepakatan semua pihak untuk menyukseskan Program IPDMIP, salah satunya melalui akselerasi pelaksanaan kegiatan Program, baik di tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Desa ***

Editor : Markon Piliang