logo

BPJAMSOSTEK Dukung Vaksinasi Covid-19 Di Industri Padat Karya

   BPJAMSOSTEK Dukung Vaksinasi Covid-19 Di Industri Padat Karya

Gubernur Khofifah menyerahkan santunan BPJAMSOSTEK disela program vaksinasi Covid-19, didampingi Depdir BPJAMSOSTEK Jatim, Deny Yusyulian.
31 Juli 2021 16:38 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - GRESIK: BPJAMSOSTEK kembali mendukung program vaksinasi Covid-19 dari Pemprov Jatim untuk kalangan pekerja di industri padat karya dan masyarakat. Program vaksinasi di PT Karunia Alam Segar Gresik kali ini diikuti 7.500 pekerja dan diwarnai penyerahan santunan BPJAMSOSTEK untuk 3 ahli waris karyawan produsen makanan tersebut yang meninggal dunia.

Menurut Deputi Direktur (Depdir) BPJAMSOSTEK Jatim, Deny Yusyulian, pihaknya mendukung program vaksin untuk para pekerja yang difokuskan pada perusahaan padat karya, karena merekalah yang dinilai paling dominan menopang perekonomian. "PT Karunai Alam Segar ini berhak kami berikan apresiasi, karena mereka patuh pada regulasi pemerintah pusat dan provinsi, terutama tentang kepesertaannya di BPJAMSOTEK," ujarnya, Sabtu (31/7/2021).

Sebelumnya, BPJaMSOSTEK juga memberikan dukungan pada  progran vaksin untuk pekerja padat karya di PT Integra yang juga sudah patuh regulasi soal BPJAMSOSTEK. Dukungan serupa akan diberikan juga pada PT Maspion Group dan perusahaan lain sebagai nilai tambah bagi perusahaan yang sudah mendaftarkan diri sebagai peserta BPJAMSOSTEK.

Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jatim, Himawan Estu Bagijo, dirinya hanya menjalankan perintah gubernur untuk memberikan vaksin pada para pekerja padat karya, agar lebih cepat terbentuk kekebalan komunal (herd imunity) di Jawa Timur. Pihaknya yang berkolaborasi dengan BPJAMSOSTEK akhirnya memilih PT Karunai Alam Segar yang sejak awal terlihat serius memberi perlindungan pada pekerjanya.

Hingga saat ini di Jatim, kata dia, total sudah sekitar 50 ribu pekerja yang sudah divaksin Covid-19.  Pihaknya masih butuh kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mensukseskan program vaksinasi ini. "Kita hanya bondo (modal) vaksin saja. Yang lain menyiapkan nakes dan suport lainnya," ujarnya.

Sementara Direksi PT Karunia Alam Segar, Tjahjana Kurniawan sangat berterima kasih kepada Pemprov Jatim dan BPJAMSOSTEK yang telah menjadikan tempat usahanya sebagai target vaksin. "Jumlah karyawan kami total ada 18 ribu orang. Tapi yang sudah divaksin baru 1.200-an orang, karena kami memang kesulitan untuk mendapatkan vaksin," ujarnya.

Sebelumnya, kata dia, memang ada vaksin Gotong Royong, tapi plafonnya hanya untuk 200 orang saja atau sangat tidak sebanding dengan jumlah yang dibutuhkan industri makanan tersebut. Untuk mengatasi banyaknya karyawan yang belum divakin, pihaknya hanya mengandalkan penerapan standar protokol kesehatan yang lebih ketat.

Pelaksanaan vaksinasi di Gresik ini dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Kepala daerah perempuan pertama di Provinsi Jatim ini juga berkesempatan menyerahkan santunan BPJAMSOSTEK secara seremonial kepada para ahli waris karyawan perusahaan padat karya tersebut yang meninggal dunia.

Menurut PPps Kepala Kantor cabang BPJAMSOSTEK Gresik, Ibrahim Hadi Wibowo, klaim  itu diberikan untuk ahli waris Raden Yulius Ismazi berupa JHT Rp46,7 juta, santuan kematian Rp42 juta, jaminan pensiun berkala Rp460.630 per bulan dan beasiswa Rp 12 juta per tahun untuk 1 anak (perguruan tinggi) dan masing-masing Rp 3 juta per tahun untuk 2 anak (SMA).

Santunan, kata Ibrahim, juga diberikan kepada  ahli waris Chusnul Archam  berupa klaim JHT Rp38,8 juta, santunan kematian Rp42 juta, jaminan pensiun berkala Rp356.600 per bulan dan beasiswa Rp1,5 juta per bulan (SD) dan masing-masing  Rp1,5 juat per tahun untuk 2 anak (TK). Ahli waris Agus Saifudin juga mendapatkan klaim JHT Rp34 juta, santunan kematian Rp42 juta, jaminan pensiun berkala Rp356.600 perr bulan dan beasiswa untuk satu orang anak.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto