logo

Ganti Rugi Belum Dibayar, Tol Cibitung-Cilincing Akan Beroperasi Besok

Ganti Rugi Belum Dibayar, Tol Cibitung-Cilincing Akan Beroperasi Besok

Jalan toll Cibitung- Telaga Asih Sesi I tol Cibitung-Cilincing akan beroperasi pada 31 Juli 2021. (FOTO: Pamflet Digital).
30 Juli 2021 14:57 WIB
Penulis : Dharma

SuaraKarya.id - CIKARANG: Kementerian PUPR dan CTP Tolways akan mengoperasikan gerbang tol Cibitung- Telaga Asih Sesi I tol Cibitung-Cilincing pada akhir Juli 2021. Pengoperasian ini berdasarkan SK Menteri PUPR Nomor: 838/KPTS/M/2021.

Pada Sabtu (31/7/2021) besok, jalan tol Cibitung-Cilincing beroperasi tanpa tarif. Sayangnya, ada sejumlah sisa lahan warga Telaga Asih yang sudah terpakai pihak jalan tol belum juga dibayarkan oleh Kementeriam PUPR. 

Padahal, mereka menunggu janji ganti kerugian pembebasan lahan tersebut sejak 4 tahun silam. Terakhir, pemilik lahan dijanjikan pada 27 April 2021 lalu.

"Pada bulan April kemarin sudah ada kecocokan harga dari BPN setempat untuk pembayaran sisa lahan, tapi tidak kunjung tiba. Alasannya, lagi ada sosial standing, PPKM darurat hingga perpanjangan darurat," keluh salah satu pemilik lahan, Inan Egi Saputra, warga Kampung Cibitung Sebrang, RT 003/RW 005, saat dihubungi Suarakarya.id, Jumat (30/7/2021). 

Ia pun masih menunggu surat undangan pembayaran sisa lahan ganti rugi dari BPN Kabupaten Bekasi. Namun dia juga tak akan segan-segan pasang spanduk dan duduki lahan miliknya yang terpakai jalan tol Cibitung-Telaga Asih ketika belum ada kepastian pembayaran ganti rugi.

Suarakarya.id mencoba menghubungi BPN Kabupaten Bekasi, namun belum mendapat respon terkait sisa pembayaran lahan.

Belum lama ini, Bagian pembebasan lahan pada Kementerian PUPR, Ronald menjelaskan, warga yang belum dibayar sudah diajukan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat.

"Prosesnya sedang berjalan dikarenakam untuk pembayarannya diproses oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), kami masih menunggu prosesnya," katanya dalam pesan WhastApp

Ia juga mengklarifikasi terkait pernyataan Humas Waskita Karya yang menyebutkan penundaan ganti kerugian warga atas pembebasan lahan ada proses pembayaran annmaning di BPN setempat. 

"Saya belum pernah dengar pembayaran annmaning. Yang saya tahu annmaning itu proses pengadilan terkait lahan yang di konsinyasi Pak, bukan proses pembayaran," ujarnya.

Ditanya soal kapan proses pembayaran ganti rugi kepada warga, pihaknya belum bisa memastikan jadwal pembayaran. Hanya saja, warga tetap akan menerima surat undangan pembayaran ganti rugi pembebasan jalan tol Cibitung-Cilincing dari BPN Kabupaten Bekasi.

"Mohon maaf kami belum dapat konfirmasi dari LMAN-nya Pak," pungkasnya.

Cair Agustus

Diberitakan sebelumnya, rencananya Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi bakal mencairkan uang ganti rugi pemilik lahan yang terdampak proyek jalan tol Cilincing-Cibitung di bulan Agustus 2021.

"Insya Allah, kemarin baru info ya, katanya di awal Agustus," kata Humas PT Waskita Karya Warta saat dimintai konfirmasi Suarakarya.id, Rabu (21/7/2021).

Ia menuturkan, pembayaran sempat tertunda sejak tanggal 12 April 2021. Seharusnya, sejumlah ahli waris sudah menerima uang ganti rugi.

"Untuk sementara ini kita sedang Wfh dan PPKM Darurat. Kita akan kembali lagi ke BPN. Karena pembayaran di BPN Annmaning," kata Warta.

Ia mengatakan, untuk ganti rugi sudah ada kesepakan harga, termasuk surat-surat ahli waris tervalidasi di BPN. Hanya saja, warga menunggu pembayaran. Karena sistem pembayarannya Annmaning. 

"Tinggal tunggu undangan saja," ucap Warta.

Salah satu ahli waris, Inan Egi Saputra berharap agar ada realisasi pembayaran ganti rugi lahan.

"Sudah 4 saya nunggu, kapan dibayar," tutur warga Kampung Cibitung Sebrang, RT 003/RW 005.

Untuk diketahui, sejumlah lahan warga sudah dipakai untuk pegar pembatas panel proyek jalan tol Cilincing-Cibitung.

Sementara itu, seksi 1 IC Cibitung-IC Telaga Asi akan dioperasikan pada Sabtu 24 Juli. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto