logo

Henry Tebar Qurban Warga Solo Raya, Ringankan Beban Akibat Pandemi

Henry Tebar Qurban Warga Solo Raya, Ringankan Beban Akibat Pandemi

Ketua Pengurus Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957, Henry Indraguna menebar hewan qurban ke Dapil Solo Raya saat Idul Adha 1442 H dengan maksud ikut membantu meringankan beban masyarakat dan memberikan kebahagiaan saat harus menghadapi Pandemi Covid-19 (Ist)
26 Juli 2021 23:53 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pandemi Covid-19 dalam beberapa hari terakhir ini berkembang sangat cepat karena varian baru yang mengharuskan Pemerintah mengambil langkah-langkah yang lebih tegas agar dapat bersama-sama membendung penyebaran virus mematikan ini.

Berdasarkan semua pertimbangan, pemerintah harus memutuskan untuk kembali melanjutkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 yang berakhir hari Minggu, kemarin (25/7/2021). Kebijakan itu diperpanjang terhitung sejak 26 Juli hingga 2 Agustus 2021, guna memutus rantai penularan virus yang kembali meningkat.

Tak ingin masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19 makin sengsara, politisi Golkar yang juga Ketua Pengurus Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957, Dr (Cand) Adv.K.P Henry Indraguna, SH.MH ikut peduli terhadap beban hidup warga masyarakat yang terdampak pagebluk Korona.

Saat Idul Adha 1442 H, tokoh masyarakat di Dapil Solo Raya ini masih peduli membagikan rezeki yang dia dapat dengan berkurban sejumlah hewan ternak, seperti kambing dan sapi.

Henry Indraguna mengatakan suasana pandemi ternyata tak mengurangi antusiasme masyarakat Solo Raya untuk tetap berkurban pada Idul Adha beberapa hari yang lalu. Tentunya dalam pelaksanaan Hari Raya Haji ini, mereka tetap melaksanakan protokol kesehatan secara disiplin dan ketat, dengan didampingi oleh para kader Partai Golkar di daerah yang terus berkomitmen membantu masyarakat mengatasi dampak pandemi ini sekali pun harus juga melaksanakan syariat agama Islam untuk menunaikan ibadah qurban.

Henry Indraguna menjelaskan Hari Raya Idul Adha yang merupakan momen besar bagi umat Islam dan identik dengan penyembelihan hewan qurban yang dilaksanakan bagi yang mampu menunaikannya sebagai tuntunan keteladanan Nabi Ibrahim yang mengikhlaskan putera kesayangannya Nabi Ismail untuk dikorbankan sesuai perintah Allah tetap disambut dengan semangat tinggi oleh warga Solo Raya.

"Meskipun pada saat ini kondisi dan keadaannya masih dalam suasana pandemi Covid-19 dan pemerintah masih memberlakukan PPKM Darurat hingga level 4, tapi tidaklah mengurangi semangat masyarakat dapil Solo Raya untuk merayakannya, termasuk melaksanakan ibadah sholat Idul Adha di masjid-masjid dengan mematuhi aturan, anjuran serta instruksi pemerintah, melaksanakan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak aman) secata ketat, serta melakukan pembatasan khusus atau terbatas hanya pada lingkungan sekitar untuk menghindari kerumunan masa," ungkap pengacara kondang ini.

Henry menyebutkan setelah melaksanakan shalat, tetap dilakukan penyembelihan hewan qurban berikut pembagian dan pendistribusiannya oleh panitia yang sudah diberikan tugas dan tanggung jawab yang melibatkan kader partai di DPD Kabupaten/ Kota maupun tingkat Kecamatan/ Kelurahan/ Desa.

"Dari situ tentunya dapat dilihat bahwasanya dalam perayaan Hari Raya Idul Adha pada tahun ini sebenarnya tidak jauh beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja situasi, kondisi dan keadaannya saja yang berbeda. Namun meski begitu semangat masyarakat di dapil Solo Raya tetap sama dalam melakukan perayaan umat muslim terbesar kedua setelah Idul Fitri ini," ungkapnya.

Pada Idul Adha 1442 H ini, pembina politik di dapil Solo untuk Partai Golkar ini melaksanakan qurban dengan mewakafkan 1 ekor sapi dan 10 ekor kambing yang di distribusikan kepada seluruh masyarakat di Solo Raya (Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Boyolali dan Klaten) dan di sekitar rumahnya.

Dengan harapan, bisa menambah semangat masyarakat dalam merayakan Hari Raya Idul Adha dan menstimulus imun di saat kondisi krisis kesehatan dan ekonomi saat ini.

Apa yang dilakukan Tenaga Ahli FPG untuk legislator Senayan, Dave Laksono ini sebagai cerminan loyalitas dan komitmennya untuk mendarmabaktikan karya dan pengabdian untuk nama baik Partai Golkar di mata masyarakat Solo Raya. Tentu in-line dengan perintah Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang saat ini dipercaya sebagai Menko Bidang Perekonomian Kabinet Jokowi dan Ketua Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) agar seluruh kader Beringin berupaya dan berkarya secara konkret membantu Pemerintah mengatasi pandemi Covid-19 dengan mensosialisasikan dan mengedukasi serta memberi teladan rakyat pelaksanaan Prokes 5M dan mempercepat program vaksinasi nasional.

"Penyerahan hewan qurban untuk masyarakat Indonesia memang sudah menjadi perintah langsung dari Ketum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto dalam program "Kerja Untuk Indonesia" dan hal tersebut telah dilaksanakan dengan baik oleh para kader-kader partai Golkar termasuk DPD-DPD Partai Golkar. Hal tersebut dilakukan untuk berbagi keberkahan Idul Adha kepada masyarakat dan kaum duafa yang saat ini sedang di himpit kesusahan dikarenakan kondisi pandemi Covid yang belum tahu kapan berakhirnya," tuturnya.

Henry Indraguna menyatakan bahwa para kader-kader Partai Golkar sangat merasakan apa yang saat ini dirasakan oleh masyarakat maupun kaum dhuafa.

"Karena itu kami sebagai kader Golkar selalu berusaha untuk dapat selalu hadir di hati masyarakat, khususnya dalam perayaan Idul Adha tahun ini dengan cara menyerahkan hewan qurban kepada masyarakat yang membutuhkannya. Dengan adanya kehadira para kader-kader Partai Golkar di tengah-tengah kesulitan rakyat tentunya, insya Allah dapat berpontensi akan mampu meningkatkan citra bahkan elektoral bagi Golkar ke depan," kata Henry berkeyakinan.

Dia menegaskan kehadiran Partai Golkar di tengah masyarakat karena para kader sangat merasakan dan memahami dampak diterapkannya pembatasan pada masyarakat memang sangat memikul perekonomian mereka, khususnya warga di dapil Solo Raya.

"Sebagaimana kita ketahui, sejak awal munculnya pandemi ini, pemerintah telah berupaya keras untuk melindungi seluruh masyarakat indonesia termasuk masyarakat dapil Solo Raya dari penyebaran Covid-19 dengan cara menetapkan status pandemi, membuat aturan PSBB, PPKM, PPKM Darurat yang kemudian baru-baru ini berubah nama menjadi PPKM Level 4. Yang semua istilah itu bermakna sama yaitu sama-sama mengarah terhadap pembatasan kegiatan masyarakat, Kondisi dan keadaan pandemi seperti ini tentunya akan memiliki dampak yang sangat signifikan dalam memengaruhi kehidupan masyarkat mana saja termasuk masyarakat dapil Solo Raya, sebab di tengah pagebluk Korona dengan aturan baik PSBB, PPKM, PPKM Darurat dan PPKM level 4, masyarakat dapil Solo Raya tetap tidak dapat melaksanakan aktivitas bekerja di luar rumah untuk mencari nafkah bagi keluarganya atau pun bekerja sebagaimana biasanya. Hal tersebut tentu sangat berdampak bagi kehidupan ekonomi masyarakat dapil Solo Raya," papar Vice President Kongres Advokat Indonesia (KAI) ini.

Untuk membantu masyarakat, Partai Golkar menggelar program Kerja Untuk Indonesia, yang tentunya akan dilaksanakan secara konsisten dan penuh komitmen oleh para kader Partai Golkar di seluruh wilayah Nusantara.

"Program tersebut merupakan program yang sengaja disusun guna membuktikan dan menunjukkan kepada masyarakat bahwasanya kader-kader Partai Golkar akan terus dan selalu berusaha dan berupaya hadir di hati masyarakat untuk membantu masyarakat," pungkasnya.***