logo

Terpisah Dengan Suami, Rina Dan Anak-Anak Berjuang Melawan Covid19

Terpisah Dengan Suami, Rina Dan Anak-Anak Berjuang Melawan Covid19

25 Juli 2021 18:57 WIB

SuaraKarya.id - JAKARTA: Mendengar kabar bahwa sang suami yang tengah berdinas di Makasar tidak bisa kembali ke Jakarta karena dinyatakan positif covid19 berdasarkan hasil swab antigen, lemasnya seluruh tubuh Rina. Apa yang dikhawatirkannya selama ini, terjadi dan  menimpa salah satu keluarganya. Pikiran pun menjadi gundah dan takut, memikirkan nasib suaminya yang harus di rawat disalah satu rumah sakit di Makasar. 

Bahkan, kekhawatiran Rina dan ketiga anaknya tertular akan virus covid19, juga sangat menghantuinya. Mengikuti saran suami, Rina dan ketiga anaknya  langsung melakukan swab antigen. 

Pada swab antigen pertama, dia dan anak-anak dinyatakan negatif. Hasil swab itu, sedikit menghibur hatinya. Namun, beberapa hari setelah melakukan swab, Rina mengalami demam dan lemas, tepat pada hari ke empat usai swab antigen pertama. Bagitu pula dengan ketiga anaknya yang masing-masing memiliki keluhan berbeda. Merasa khawatir, Rina dan anak-anak akhirnya melakukan PCR. Hasil PCR, Rina dan ketiga anaknya-pun dinyatakan positif covid19. Betapa semakin lemah tubuhnya kala dia dan ketiga anaknya dinyatakan positif covid19.

Rina merasakan hari-hari yang dilaluinya teramat berat. Suami yang tengah berbaring sakit sendirian di Makasar, sangat mengganggu pikirannya. "Saya sedih dan kasihan dengan suami saya yang sakit tapi jauh dari kami keluarganya. Ini membuat imun saya juga menjadi drop. Kondisi kesehatan saya turun. Dengan tubuh yang lemah, saya juga harus merawat ketiga anak saya yang masih8 kecil-kecil. Mereka sangat meminta perhatian saya,"kata Rina kala mengenang pengalaman pahit yang dihadapi.

Sama dengan suaminya, Rina yang juga merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) acapkali melakukan perjalanan dinas keluar kota. Namun, sejak adanya pandemi, kegiatan dinas Rina keluar kota sedikit berkurang. Berbeda dengan suaminya, mobilitas perjalanan dinas suaminya keluar kota teramat tinggi. Karenanya, kekhawatiran Rina akan bahaya penularan covid19 juga besar. 

Namun, Rina bersyukur memiliki tetangga, saudara dan teman-teman yang memiliki kepedulian tinggi padanya dan keluarganya. Dukungan  dan motivasi dari mereka sedikit banyak membuat dirinya menjadi kuat. Ketiga anaknya pun banyak mendapat dukungan dari teman-teman sekolah dan guru-guru mereka yang hampir setiap hari melakukan video call. Bahkan, Rina dan anak-anak banyak menerima bantuan makanan, minuman dan obat-obatan serta vitamin.

Banyaknya orang yang peduli, Rina merasa bahwa dia tidak sendiri dalam menghadapi ujian dari sang Pencipta. Semangat Rina untuk sembuh menjadi kuat. Bersama ketiga anaknya mereka melawan tubuh lemah itu dengan banyak mengkonsumsi makanan walau dimulut terasa sangat tidak enak. "Saya paksa untuk terus makan banyak, walau mulut tidak bisa merasakan asin dan manisnya makanan. Bahkan, sering saya mual. Kalau muncul rasa mual, saya tahan sekuat-kuatnya agar anak-anak tidak ikut-ikutan mual. Mereka, anak-anak sayalah yang membuat saya harus kuat,"kata Rina menitikkan air mata saat mengenang peristiwa itu. 

Kuatnya kemauan dan semangat Rina untuk sembuh, tertular kepada ketiga anaknya. Hingga di hari 14 isolasi mandirinya, Rina dan ketiga anaknya dinyatakan negativ. Dan kabar itu-pun berbarengan dengan kabar suami nya yang juga dinyatakan sembuh oleh rumah sakit di Makasar. "Suami saya kala dinyatakan negatif langsung kembali ke Jakarta. Seperti mendapat durian runtuh, saat kami semua dapat berkumpul kembali. Kami dan anak-anak sampai bertangis-tangisan saat suami tiba di rumah,"kata Rina.

Belajar dari peristiwa yang dialami keluarganya, Rina dan suami kini sangat ketat menerapkan protokol kesehatan. Bersama suami dan anak-anak mereka saling mengingatkan untuk menerapkan prokes tersebut.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto