logo

Tingkatkan Inklusi Keuangan, Putkom Dukung OJK-BJBS Masifkan Program KEJAR

Tingkatkan Inklusi Keuangan,  Putkom Dukung OJK-BJBS  Masifkan Program KEJAR

Anggota Komisi XI (Keuangan dan Perbankan) Puteri Anetta Komarudin menjadi keynote speaker webinar inklusi dan edukasi keuangan dengan menumbuhkan budaya menabung kala Pandemi Covid-19 (Ist)
19 Juli 2021 14:04 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - BANDUNG: Di tengah kondisi ketidakpastian di tengah pandemi seperti sekarang ini, menabung bisa menjadi cara yang ampuh agar kita tetap bisa memenuhi kebutuhan. Berkaca pada tahun lalu, masyarakat dunia bahkan Indonesia tidak pernah mengira akan terjadi masa sulit di pandemi Covid-19 hingga dua tahun ini.

"Namun ternyata Covid-19 ini juga telah mengubah cara kerja kita, cara belajar kita. Cara juga bagaimana mengelola keuangan kita sekali pun dalam posisi sebagai pelajar atau mahasiswa alias masih belum berpenghasilan dan masih mengandalkan dari dukungan finansial orang tua. Di sinilah, manfaat uang tabungan sebagai uang darurat menjadi sangat krusial untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak. Seperti membeli atau memperbaiki laptop atau komputer atau hp untuk menunjang kegiatan belajar. Apalagi saat era pembelajaran daring ini, kita sangat bergantung pada perangkat elektronik," ujar Puteri Anetta Komarudin, Anggota Komisi XI (Keuangan dan Perbankan) DPR RI saat menjadi keynote speaker pada Webinar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank BJB Syariah (BJBS) di Bandung, Jumat (16/7/2021).

Webinar kali ini menjadi rangkaian program KEJAR Prestasi Anak Indonesia (KREASI) tahun 2021 dengan tema “Satu Rekening Satu Pelajar, Wujudkan Impian Anak Indonesia” yang diselenggarakan sepanjang bulan Juli hingga Agustus 2021.

KEJAR (satu rekening satu pelajar) Jawa Barat tahun 2021 disosialisasikan kepada guru, pelajar dan orang tua/wali murid di Jawa Barat mengambil tajuk: “Menumbuhkan Budaya Menabung Sejak Dini” di saat Pandemi Covid-19, juga dalam rangka memberikan penguatan ekonomi masyarakat dengan cara menabung untuk ketahanan keuangan keluarga.

Menurut Puteri Komarudin langkah budaya menabung ini adalah menindaklanjuti Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 26 Tahun 2019 tentang Hari Indonesia Menabung yang diperingati setiap tanggal 20 Agustus dalam upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan pada pelajar, khususnya di Jawa Barat, yang kali ini dilakukan Bank bjb Syariah bekerjasama dengan OJK serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan menyelenggarakan serangkaian kegiatan yang terdiri dari akuisisi rekening pelajar, publikasi dan edukasi keuangan secara masif melalui kegiatan ini.

Srikandi milenial Beringin ini berujar OJK dan Bank BJB Syariah perlu untuk "jemput bola", tanpa harus menunggu untuk mengembangkan program tabungan pelajar ini. Termasuk untuk bertemu dan membangun pentingnya budaya menabung secara langsung kepada pelajar, orang tua, dan pihak sekolah. Tentunya juga perlu dukungan dari pemerintah daerah setempat juga sangat diperlukan dalam akselerasi program ini.

"Karena sudah menjadi tanggung jawab kita agar, tidak boleh ada satu siswa pun di Jawa Barat yang “tidak memiliki tabungan” dan “tidak melek keuangan”," tandas Putkom, panggilan akrab Neng Geulis, sulung mantan Ketua DPR RI, Ade Komarudin (Akom) ini.

Memang disadari Pandemi ini betul-betul menyulitkan semua orang tua/ wali dan anak-anak peserta didik, sekali pun belum kembali digelar pembelajaran tatap muka (PTM).

"Sejak kita masih duduk di bangku TK sampai kuliah, tentu kita sering mendapatkan uang saku dari orang tua untuk jajan di kantin sekolah, bayar angkot, bayar uang kas kelas, dan sebagainya. Tetapi saat pembelajaran jarak jauh seperti sekarang ini, apakah teman-teman disini juga masih mendapat uang jajan dari orang tua? atau malah sekarang uang jajannya justru diprioritaskan untuk beli kuota internet demi menunjang pembelajaran daring," ucap Putkom bertanya secara interaktif dengan ratusan siswa dan orang tua/wali yang mengikuti aplikasi zoom webinar ini.

Terlepas dari berbagai macam kebutuhan tersebut, lanjut Putkom, pentingnya bagi kita untuk dapat menyisihkan sebagian dari uang jajan yang orang tua berikan untuk kemudian ditabung.

"Mengapa harus menabung? Karena menabung merupakan bagian dari cara kita untuk mempersiapkan diri sedini mungkin dalam meraih berbagai cita-cita kita di masa depan baik yang sifatnya jangka menengah maupun jangka panjang. Misalnya dalam jangka menengah kita punya kebutuhan untuk membeli laptop/komputer, atau dulu sebelum adanya pandemi, kita mengenal karya wisata sekolah. Lalu, untuk jangka panjang, kita bisa gunakan tabungan kita sebagai bekal untuk memasuki perguruan tinggi," urainya.

Tidak hanya edukasi keuangan tentang pentingnya menabung yang disampaikan oleh nara sumber dari OJK KR 2 Jawa Barat dan BJBS namun pada kegiatan tersebut juga dilaksanakan simbolisasi penyerahan tabungan Simpel iB kepada 1000 pelajar.

Puteri Komarudin yang adalah wakil rakyat Senayan Dapil Jabar VII (Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Purwakarta) ini memberikan apresiasi atas langkah yang dilakukan OJK dan BJBS dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.

"Program ini juga memberi pemahaman terhadap produk keuangan sejak dini terutama kepada pelajar yang memiliki potensi masih sangat besar sehingga diharapkan indeks literasi keuangan meningkat,” ungkap Wasekjen DPP Partai Golkar ini.

SKB Implementasi KEJAR

Sementara itu, Direktur Utama Bank bjb Syariah Indra Faletehan mengatakan BJBS sebagai lembaga perbankan syariah, tentunya menyambut baik kegiatan ini dalam rangka meningkatkan awareness dan minat dari kalangan adik-adik pelajar, dimana kebiasaan menabung sejak dini ini sangat baik untuk mananamkan kedisiplinan dalam mengatur dan menyisihkan keuangannya sejak dini demi masa depan yang lebih baik. Selain itu, dengan kegiatan ini tentunya diharapkan adik-adik pelajar dapat mulai mengenal produk-produk perbankan sedari kecil, sehingga pada saat dewasa nanti sudah tidak asing lagi terhadap produk-produk perbankan.

Sedangkan Kepala OJK Regional 2 Jawa Barat Indarto Budiwitono mengutarakan sebagai bentuk komitmen dalam implementasi KEJAR, OJK dan Kementerian atau Lembaga terkait saat ini sedang menyusun penerbitan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Implementasi KEJAR dalam rangka meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.

"SKB dimaksud direncanakan akan ditandatangani pada tanggal 20 Agustus 2021 bertepatan dengan Hari Indonesia Menabung. Dengan adanya penerbitan SKB diharapkan dapat meningkatkan budaya menabung pada pelajar seluruh Indonesia khususnya di Jawa Barat,” ungkapnya.

Dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah dan industri, OJK KR 2 selaku inisiator Program KEJAR sangat berharap bahwa pada event ini akan dapat menguatkan sinergi antara OJK, Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), Pemerintah Provinsi dan Lembaga maupun Kementerian untuk menyusun dan merealisasikan program peningkatan literasi dan inklusi keuangan untuk mencapai target inklusi keuangan nasional 90% pada tahun 2024, diawali dengan pemahaman pentingnya menabung sejak dini.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diwakili oleh Kepada Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Barat juga hadir pada kegiatan tersebut menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat, siap mendukung program ini sebagai salah satu bentuk percepatan akses keuangan kepada seluruh lapisan masyarakat di Jawa Barat, yang dimulai dari anak-anak usia dini di tingkat pelajar.

"Sekali lagi kami sangat support terhadap program ini," ungkapnya.***